Setelah mencari oleh tim SAR, mayat Mohammad Alvin Maurana ()) diproses oleh Jember, tim Beritsatu dot com – SAR. Bocah itu hanyut selama pertandingan pada hari Senin (12/23/2024) di Sungai Bedang. Akhirnya, mayat korban ditemukan pada hari Sabtu (12/28/2024) di Paes Bay di distrik Yuluhan.

Read More : Polda Papua Gandeng Tokoh Agama Wujudkan Pilkada Damai

Lima hari setelah mencari, petugas berhasil mengevakuasi tubuh korban. Mayat itu ditemukan dari seorang nelayan yang mencari ikan. Proses kosong dipenuhi dengan tantangan menggunakan perahu karet saat ombak di Laut Cina Selatan mencapai dua meter. Air mata pecah dari keluarga ketika mayat korban dibawa ke pantai.

“Ketika kami melompat ke Sungai Bedang pada hari pertama, mereka mulai dari tempat kejadian ke Pensor Beach Estheri. Namun, berdasarkan informasi yang kami terima, korban dibawa ke laut. Setelah itu kami harus mencari di daerah laut. (12/28/2024).

Sementara itu, Akapi Suhratto, kepala Ambulu, yang berpartisipasi dalam proses deportasi anak kosong Jember, menjelaskan bahwa tubuh korban pertama kali ditemukan di atas batu yang ditutupi dengan batu. Kondisi fisik tidak akan lagi terpenuhi, tetapi keluarga memastikan bahwa tubuh adalah seorang anak.

Dia berkata, “Sudah enam hari, serta sungai, gelombang tinggi dan paparan air laut, hilangnya tubuh manusia cepat,” katanya.

Read More : Gunung Ibu Erupsi, Tinggi Kolom Abu Mencapai 2.000 Meter

Setelah proses penentuan, tubuh Muhammad Alvin Maulana akan dimakamkan di pelat kedang, desa tagel baser, distrik Kalivates, Jambar, Jameber dan dimakamkan di TPU terdekat.

Pada hari Senin (12/23/2024), putra 7 -tahun Muhammad Alvin Maulana hanyut saat bermain di Sungai Bedang. Peristiwa itu menyebabkan keluarga dan kerabatnya menderita dengan tulus.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *