Bali, Bertasatu.com – Pemerintah berfokus pada masalah sampah plastik dari empat sungai Jawa dan dua sungai di Bali dan menerbitkan banyak pantai di pulau itu.
Read More : Kesaksian Warga Cirebon Saat Jasad Vina dan Eki Ditemukan pada 2016
Menteri Lingkungan (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengatakan Sungai Cilwung mengelilingi 20-30% dari sampah penuh yang memasuki laut.
“Sungai Ciliwung adalah kontribusi utama karena merupakan daerah perkotaan yang padat, Bali, Bali, Bali, Bali, Bali, Bali, Bali, Bali, Bali, Bali, Bali, Bali, Bali, Bali, Bali, Bali, Bali, Bali, Bali, Bali, Bali, Bali, Bali, Bali, Bali, Bali, Bali, Minggu (1955).
Di Bali, sungai plastik berasal dari dua sungai besar, Tukad Bathung dan Tukad Die. “Kedua sungai memiliki sekitar 20 dan 22 kilometer,” katanya.
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah bermaksud untuk membangun jaringan sampah dalam serangkaian air. Sampah yang terkunci di jaring diambil untuk menghindari laut. Program ini berisi pertemuan Program Pembangunan PBB (UNDP) dan didukung oleh negara -negara seperti Norwegia dan Uni Emirat Arab.
“Pemerintah United Emirates mendukung bentuk limbah yang ditempatkan di 14 tempat di Bali,” tambahnya.
Read More : Rumah Dinas Mendiktisaintek Satryo Sepi di Tengah Isu Reshuffle Kabinet
Hanif menekankan bahwa tahun ini adalah tahun ini di Tukad Batung dan Tukad Mati harus diselesaikan. “Kami memiliki sumber pengetahuan dan tim yang mirip dengan tim, dan apa artinya, jadi kami seharusnya tidak lagi menjadi sampah atau polusi sungai -sungai ini,” katanya.
Acara ini untuk membersihkan habitat laut disajikan oleh Menteri Kabiner Merah dan Putih setelah Sabtu (1 April 1, 2025) di Kuta Beach, Batus Regency. Limbah plastik masih tersedia di pantai mayoritas seperti Ibbin, Kenlan dan Codoman.