Sucabumi, Beritasatu.com – Nama Bendy Vijaya (31) tiba -tiba menjadi percakapan publik setelah kecelakaan mematikan yang terjadi di gerbang biaya sobi 2, Bogur. Bandi, satu liter truk sampah, disebut sebagai penyebab peristiwa tragis yang mencakup enam mobil dan membunuh delapan orang.

Read More : Tinjau SPP Bulog di Karawang, Wamentan: Bulog Andal Serap Gabah Petani

Bandi saat ini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Regional Sobiya karena cedera serius yang dideritanya.

Bandy Vigaya tinggal di Campong Bangkong, desa Banda, Sporter County, Sextanumi Rigans, Jawa Barat. Dia tinggal di rumah sewaan bersama istrinya dan bayi 2 bulan.

Menurut Andang Sohander (57), Banadi Hukum Hukum, putranya adalah hukum tulang belakang keluarga dan telah lama bekerja sebagai sopir truk. “Pernikahan dengan anak saya dua tahun. Sebelum menikah ia bekerja sebagai pengemudi,” kata Andang pada hari Kamis (6/2/2025).

Pangkalan Truk Galon Galon Kiri pada hari Selasa (4/2/2025) sekitar jam 9 malam. Pada saat itu, ia mengumpulkan tiga truk lagi ke Tangang.

“Dia meninggalkan tiga konvoi dengan teman -temannya,” kata Andang pada kecelakaan fatal di gerbang tol Sobi.

Namun, di jalan, Naga terjadi padanya. Truk yang dikendarai oleh Bandi adalah kecelakaan fatal di gerbang tol Siwi, menyebabkan cedera mati dan cedera serius.

Selama waktu ini, Bandi tidak pernah mengeluh tentang pekerjaannya sebagai pengemudi. Dia juga merasa Bandi sebagai karakter yang baik dan sulit.

Read More : Timnas Indonesia Naik ke Peringkat 125 Dunia, Lompatan Tertinggi pada Era Shin Tae-yong

Namun, undang -undang pemerkosa dalam hukum sejauh ini tidak mampu membayar gaji atau pendapatan Banadie. Keluarga itu hanya tahu bahwa sopir truk untuk Galon menerima pendapatan ketika ia menarik atau kargo.

Pendapatan dari pekerjaan sebagai pengemudi truk digunakan oleh Bandi untuk memenuhi kebutuhan keluarga seperti bulan pembayaran Rp 650.000 dan kepatuhan dengan kebutuhan harian.

“Gaji sudah cukup, kadang -kadang jika Anda berniat membeli susu seperti membantu takut tidak cukup,” kata Andang Salam.

Menanggapi kecelakaan ini, keluarga Bendy meminta maaf kepada keluarga korban. “Acara ini mungkin merupakan nasib. Kami meminta kesenangan dari semua keluarga korban,” terancam punah untuk kecelakaan fatal di gerbang biaya siwi.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *