CIANJUR, BERITASATU.COM – Setelah dua tahun kehidupan di tenda pengungsi, hingga 200 korban gempa bumi Senjura sekarang tinggal di tempat tinggal permanen (berburu). Ini adalah penghuni daerah Kugenang, kepala Senzhura.

Read More : Andre Taulany Bantah Ada Orang Ketiga pada Rumah Tangganya

Mereka menerima dukungan dalam perburuan dari Kementerian Sosial (Kementerian Sosial). Rumah -rumah dibuka secara langsung oleh Menteri Urusan Sosial Saiful Yusuf pada hari Rabu (15.00.2025).

Warga yang menerima bantuan adalah korban gempa bumi 5,6, yang terjadi sebelum tahun 2022. Gempa bumi menyebabkan rumah mereka rusak parah dan memaksa penduduk untuk tinggal di tenda pengungsi selama hampir dua tahun.

“Kami telah membuka 200 keluarga yang hidup untuk penerima manfaat yang menderita gempa bumi pada tahun 2022. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk memulihkan kondisi masyarakat yang bersangkutan, dan kami mendukung inisiatif manusia dan Bank Islam Dubai,” kata Menteri Sosial Saifona Yusuf.

Namun, Saif, Yusuf menunjukkan bahwa ada 300 keluarga yang tidak menerima bantuan di gedung -gedung perumahan di Cianjur. Dia berjanji untuk menyetujui pemerintahan diri setempat untuk memastikan bantuan itu segera diberikan.

Salah satu penerima dukungan, Erna Nonana, berterima kasih kepada mereka karena dapat kembali ke rumah, meskipun benda -benda belum tersedia sebagai listrik dan air.

“Alhadulil, kami sangat bersyukur bahwa kami mendapatkan rumah. Meskipun tidak ada listrik dan tidak ada air, kami senang bahwa kami dapat tinggal di tempat yang mungkin,” kata Erna.

Hal yang sama berlaku untuk Ellis, penduduk lain yang tinggal di tenda pengungsi. Dia mengatakan bagaimana rumahnya dihancurkan oleh gempa bumi, yang memaksanya untuk pergi ke rumah orang tuanya sebelum akhirnya mendapatkan apartemen permanen.

Read More : Pengguna Mobil Listrik Saat Mudik Naik, PLN Siapkan 1.000 SPKLU

Gempa bumi, yang terkesan Kugenang pada tahun 2022, adalah salah satu bencana yang mengubah kehidupan penduduk setempat. Trauma dan kesulitan dalam hidup di tenda pengungsi sekarang diperlakukan dengan rumah baru.

Pemerintah berharap bahwa upaya masyarakat ini dapat membantu bangkit kembali dan hidup lebih baik.

Kementerian Sosial berusaha untuk terus mendukung para korban bencana alam seperti gempa bumi di Senzhur, yang belum menerima bantuan.

Presiden inisiatif manusia, Tommy Hendraji, mengatakan bahwa pembangunan 200 unit perumahan yang aman dari gempa bumi adalah bentuk kerja sama dengan berbagai LSM dan pemerintah untuk membantu para korban gempa bumi Senjur memiliki rumah yang aman dan nyaman yang dipotong menjadi keluarga. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *