Jakarta, Beritasatu.com – Istri IPTA Tomi Samuel Marbun atau IPT Tomi Marbun, Riah Ukur Ukur Tarigan, menangis selama kunjungan ke kursi polisi dan meminta Presiden Prabow Subiant hilang di Papu barat.

Read More : Dicap Pelit, Ini Estimasi Uang yang Dikeluarkan Dewi Perssik untuk THR

Kejadian ini telah berlangsung selama tiga bulan dan sejauh ini terasa sangat tersesat.

“Temukan suamiku, ayah,” kata Riah Tarigan sambil menangis di saluran YouTube pada hari Minggu (3, 2015).

Riah, semoga dia meminta sebuah pesta untuk menyelidiki kejahatan untuk segera menemukan IPT Tommy Marbun, yang tidak digantung pada bulan Desember 2024 di Papua Barat.

“Aku meminta simpatinya bahwa aku bisa menemukan suamiku Tomi Samuel Marbun. Lihatlah air mataku, ayahku,” katanya, “katanya dengan suara gemetaran sambil menggosok air mata.

Riah Tarigan menyatakan keinginannya untuk suaminya, yang telah lebih dari tiga bulan. Dia sangat merindukan tangan suaminya yang selalu untuknya.

Selama menangis, dia menceritakan pengalamannya dengan pertanyaan yang merupakan anggota yang berpartisipasi dalam tim dengan suaminya. Namun, anggota ini enggan memberikan informasi tambahan.

“Saya meragukan anggota yang berpartisipasi dalam tim suami saya. Sayangnya, mereka tidak berani memberikan informasi.

Read More : Kasus E-KTP, Eks Anggota DPR Miryam S Haryani Bungkam Seusai Diperiksa KPK

“Sejauh ini, pencarian informasi untuk keluarga AS telah,” tambahnya.

Selain Baresian Riah, dia juga meminta Presiden Prabow Subianto dan kepala Kepolisian Nasional, misalnya, untuk memperhatikan hilangnya seorang suami yang telah berlangsung selama lebih dari tiga bulan.

“Saya meminta Presiden Prabow Subiant, Tuan Kapolri, untuk mengeksplorasi hilangnya suamiku, yang telah tiga bulan dan tidak kembali ke rumah,” lanjut Riah dengan air mata yang tidak bisa disembuhkan.

Riah menekankan bahwa tidak ada bukti atau gejala untuk menunjukkan bahwa suaminya telah bersumpah seperti yang disebutkan sebelumnya.

“Jika Anda mengatakan dia melebih -lebihkan, tidak ada tanda. Tidak ada bukti. Jadi saya meminta suamiku kejelasan,” kata istri IPT Tomi Marbun, Riah Tarigan, menangis karena suaminya yang tidak ditemukan di Papua ketika mereka diterapkan.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *