Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Silfester Matutina, mengingatkan seluruh koalisi parpol, relawan, dan pendukung Prabowo-Gibran agar tidak memberikan tekanan kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto atau melakukan tindakan yang tidak diinginkan. campur tangan terlalu jauh dalam pengangkatan menteri kabinet periode 2024 hingga 2029.

Read More : KPK Geledah Kantor Perusahaan Sekuritas Terkait Kasus Taspen

Silfester menilai, Prabowo mendapat masukan dari berbagai partai dan akan mengisi menteri secara proporsional dari berbagai unsur pemenang dan keterwakilan.

Menurut Silfester, hak prerogratif penentuan susunan Kabinet berada di tangan presiden. Prabowo diharapkan menunjuk orang-orang yang berkualifikasi tinggi di setiap kementerian, dengan memperhatikan keterwakilan partai politik, relawan, profesional, dan tokoh agama atau masyarakat.

“Hak prerogratif ada di tangan Presiden, dalam hal ini Pak. Prabowo. Ia mempunyai kekuasaan penuh untuk menentukan siapa saja menteri yang akan duduk di kabinetnya. Kami berharap semua orang, baik dari partai politik, relawan, maupun profesional, memiliki kompetensi, rekam jejak, dan profesionalisme yang memadai untuk membantu Prabowo dan Gibran,” kata Silfester.

Meski TKN Prabowo-Gibran menyarankan perubahan nomenklatur kementerian dengan memasukkan program prioritas seperti makan siang gratis, hilirisasi, dan pengembangan industri kreatif, namun keputusan akhir penambahan nomenklatur kementerian akan diserahkan kepada Prabowo-Gibran.

Read More : Dasco Bantah Hasto Tak Ditahan KPK karena Megawati Hubungi Prabowo

“Semua kebijakan kami sampaikan kepada Pak Prabowo dan Mas Gibran,” kata Silfester.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *