Bambung Ismoyoki:
Read More : Anak-anak Restui Sule Menikahi Santyka Fauziah
JAKARTA, BERITASATU.COM – Pemerintah Indonesia terus mempromosikan kebijakan mineral hilir sebagai strategi penting untuk meningkatkan elastisitas ekonomi nasional. Selama pelaksanaan Presiden India Prabavo Subiaoto, Menteri Energi dan Mineral Resources (ESDM) Bahilil Lahadalia mengatakan india telah membuka peluang untuk bekerja sama dengan India dalam mineral dan batubara hilir.
Baqalil menekankan bahwa hilir tidak hanya meningkatkan nilai surplus barang -barang lokal, tetapi juga mengoperasikan pekerjaan, mempercepat pertumbuhan industri produksi, dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasokan global.
“Dengan hilir, kami tidak hanya meningkatkan ekspor bahan baku, tetapi juga nilai ekonomi nasional,” kata Baleh pada hari Senin (1/27/202).
Dalam hal kerja sama dengan India, Bahil telah merilis kemungkinan besar Indonesia sebagai salah satu produsen utama mineral strategis di dunia, termasuk nikel, yang merupakan zat utama baterai kendaraan listrik.
Bahail terkait dengan kerja sama Indonesia dan India dengan Indonesia dan India, yang terkait dengan mineral dan nikel untuk kendaraan listrik.
Menurutnya, kerja sama ini sangat strategis karena dapat mengubah Indonesia menjadi pusat produksi baterai kendaraan listrik, sementara India adalah mitra utama dalam rantai pasokan global.
Read More : Jaga Aspek Keberlanjutan Lingkungan Event MotoGP Mandalika, BRI Peduli Berhasil Kelola 22 Ton Sampah
Adalah optimis bahwa kerja sama dengan India mempercepat perubahan ekonomi Indonesia melalui pengembangan industri penambangan dan berbasis energi. Selain itu, kerja sama ini juga membuka peluang untuk meningkatkan transfer teknis dan kapasitas sumber daya manusia.
“Kerja sama ini tidak hanya membawa manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara,” katanya.
Kebijakan hilir berkelanjutan adalah langkah penting bagi Indonesia untuk meningkatkan nilai barang, memperkuat ekonomi nasional, dan memperluas peluang kerja sama internasional. Kerjasama dengan India diyakini dapat meningkatkan posisi Indonesia sebagai aktor utama dalam industri dunia, terutama di sektor baterai kendaraan listrik.