JAKARTA, BERITASATU.COM – Selebriti Denny Sumargo tidak takut menghadapi laporan Farhat Abbas ke kantor polisi Jacart Selatan dengan kata -katanya ketika ia berkumpul di kediaman. Pria yang tahu tarian mengatakan dia bersedia menghadiri polisi.

Read More : Marselino Ferdinan: Indonesia Pantas Menang karena Bermain Bagus

“Sebagai warga negara yang baik, jika polisi memanggil saya untuk melaporkannya. Saya terlipat. Saya akan hadir,” Denny Remargo dari YouTube Channel, Sabtu (11/09/2024).

Menurutnya, pertemuan dengan Farhat Abbas karena dia melibatkan pertanyaan tentang institusi diri sebagai orang yang memiliki Bugis, suku Makassara.

“Jadi, jika Anda ingin datang ke domba tentang ini, saya sekali lagi menekankan suku Makassar, Bugis Brothers. Mereka berdua mematuhi prinsip-prinsip harga diri. Ini adalah harga diri, bro,” katanya.

Denny Sumargo berarti, bukan hanya suku Bugis, tetapi semua suku Indonesia jika Anda harus menjadi harga diri, akan ada perlawanan.

“Semua suku di Indonesia, bukan hanya suku Makassar atau Bugis, jika harga diri pasti diterima, apalagi sampai (Farhat Abbas) mengatakan” ingin menang. “Yah, mengapa saya mengatakan, karena maksud saya, karena dia bercanda di Makassar, kata Bugis,” katanya.

Densus menjelaskan di mana darah Makassar datang ke tubuhnya, dia mengatakan neneknya adalah jenis kelamin sejak Jenepont.

Read More : Hasil Roma vs Milan: Menang, Ini Komentar Daniele De Rossi

“Kami datang dari sana (Makassar), lalu Anda memimpin perjuangan domba. Ketika Anda berada di rumah Anda, mereka bertanya kepada saya di mana saya dilahirkan di Makassar, dia menolak Makassara dari 90, dan semuanya di Makassar,” katanya.

“Jika saya mengatakan saya seorang migran, saya tidak peduli. Jika ada orang dari Makasar, saya tidak mengakui bahwa itu tidak masalah,” jelasnya.

Dia mengatakan Farhat Abbas harus memiliki profesi sebagai pengacara harus memiliki pidato yang baik untuk menjadi contoh bagi masyarakat.

“Dia adalah orang yang memiliki pendidikan tinggi, saya harus dapat memberikan contoh yang baik, itu berbeda dari saya, pendidikan saya sedikit, saya bodoh, tetapi saya masih tahu etika yang baik. Jika kita berhasil, itu pasti akan bertarung.” Katanya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *