Makassar, Beritasatu.com – Menteri Pembangunan dan Kebudayaan Manusia (PMK) Muhajir Effendi menjawab sejumlah pertanyaan untuk membentuk Komite Khusus Haji DPR (Pansus).
Read More : Ronald Tannur Divonis Bebas, DPR: Kami Agendakan Rapat Khusus dengan KY dan MA
Muhajir mengakui bahwa keputusan DPR adalah membuat komite khusus tentang implementasi ziarah. Dia mencatat bahwa sikap pemerintah dan melihat hasil komite khusus.
“Ini adalah hak DPR. Kita akan melihat hasilnya di masa depan,” katanya di Makasutyun (10/2024), Makaski (10/10/2010), Makas, Sulaves Selatan.
Selain itu, Muhajir mengakui pergerakan kuota rambut khusus yang melaksanakan agama. Pergeseran kuota juga merupakan pertanyaan tentang Dewan Perwakilan Rakyat VIII.
“Kementerian agama telah pindah ke kuota (peziarah khusus), tetapi ada masalah teknis,” katanya.
Read More : Apresiasi 100 Hari Kerja Presiden Prabowo: Program Prorakyat Jadi Sorotan
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mengklaim telah menghabiskan penilaian dan memikirkan kembali para peziarah secara langsung. Sejak kunjungan Saudi ke Arab, ia telah menerima penjelasan lengkap dan tidak ada masalah.
“Saya ada di sana dan saya melakukan evaluasi di sana dan saya mendapat penjelasan yang cukup lengkap. Meskipun ini adalah kesimpulan saya, tidak ada masalah. Kami mengerti apa siswa,” katanya.