BOGOR, BERITASATU.COM – Nurhadi (56), penduduk Bogora, Jawa Barat, senang karena ia dapat menghemat 3,8 juta rumah RP untuk Kebumen, bagian tengah java.

Read More : Setahun Perang Gaza: Paus Fransiskus Kecam Negara Adikuasa Tak Mampu Akhiri Konflik Timur Tengah

Nurhadi adalah pemasaran di perusahaan swasta. Dia pulang dengan 10 anggota keluarga ke Kebumen tanpa membayar taruhan tinggi.

“Jika Anda mengendarai bus umum, tiketnya adalah RP

Martina (35) juga memilih untuk pulang secara gratis karena lebih nyaman daripada menggunakan mobil pribadi. Dia lebih di bus dan Anda tidak perlu memikirkan taruhan yang cukup tinggi.

“Lebih nyaman untuk naik bus. Jika mobil pribadi sempit, belum lagi level yang mahal,” kata Martin.

Nurhadi dan Martina adalah dua dari 295 migran dari 295 Kebumen, Purwokerto, Cilacap, dan Pemalang, yang berpartisipasi dalam pulang pulang, polisi Bogora, kota Bogor, dan pemerintah pemerintah Bogor 060.

Para peserta tampak bersemangat karena, selain perjalanan yang lebih aman, mereka juga menerima pengawalan polisi.

Read More : Ini Alasan Warga Muslim Amerika Dukung Jill Stein Maju ke Pilpres AS

Pembebasan para peserta di rumah berlangsung di halaman pemerintah kota Bogor, dan lima bus siap membawa mereka ke kota asal.

Komisaris Utama Bogora Pol Eko Purwanto menjelaskan bahwa program penerimaan gratis ini terjadi setiap tahun dengan jumlah peserta yang terus tumbuh.

“Tahun ini, kami mengirim 295 penduduk ke Bogor ke Cilacap, Kebumen dan Pamalang. Tuhan ingin, di masa depan jumlah peserta akan lebih dan lebih,” kata Eco.

Program penerimaan gratis ini adalah solusi bagi banyak penghuni yang ingin pulang lebih efisien, aman dan nyaman. Pemerintah daerah juga mengharapkan program ini untuk melanjutkan dan membawa lebih banyak manfaat bagi publik. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *