Yakarta, Beritasatu.com – Guber Bernaire (CAGGB) Serial Yakarta nomor 3 Pramono Anung Wibowo mengakui bahwa ia menerima banyak keluhan terkait dengan sumur guru anak usia dini (Paud). Dia berjanji untuk mempelajari kebaikan staf pedagogis Paud di Yakarta untuk setara dengan publik dan pribadi.
Read More : Libur Nataru, Serunya Pacu Adrenalin dengan Arung Jeram di Situ Cileunca Pangalengan Bandung
Propoda mengatakan bahwa masalah yang diterimanya sering terkait dengan gaji guru -guru pribadi Paud, yang masih tidak pantas. Bahkan dengan upah minimum regional (UMR).
Menurutnya, masalahnya terkait dengan penerapan aturan. Guru Paud yang berada dalam kekuasaan otoritas lokal akan lebih mudah untuk mendapatkan perhatian daripada sektor swasta yang dikelola oleh masyarakat.
“Jadi ada dua paud. Orang yang langsung berada di bawah pemerintah daerah. Jadi, jika tidak ada masalah seperti itu. Mereka akan menerima gaji UMR, seperti guru Paud lainnya,” katanya di media -Ekipa di Giacarte del Sur selatan, selatan Kamis (31.01.2024).
Mantan sekretaris kabinet akan mencoba menemukan cara bagi guru swasta Paud untuk mendapatkan manfaat yang sama. Meskipun paud pribadi akan sulit untuk mendapatkan anggaran. Namun, ini bukan alasan mengapa guru Paud menerima gaji yang tidak pantas.
Read More : China Bantah Ada Panggilan Telepon Xi Jinping dan Donald Trump
“Masalahnya adalah bahwa guru Paud berada di bawah bimbingan komunitas itu sendiri. Apa yang tidak memiliki hubungan dengan pemerintah. Sebelumnya, sang ibu mengatakan mereka adalah perjanjian RW dan RT,” jelasnya.
“Sekarang, jika masalahnya, tentu saja, saya tidak bisa melanggar aturan yang ada. Namun, saya akan belajar, belajar, jadi ada cantolan,” kata Propodn.