BEKASI, BERITASATU.COM – Tindakan dinding dinding di ruang tamu galaksi Bekasi ketika banjir menjadi virus di media sosial. Namun, sirkulasi informasi meningkatkan kesalahpahaman di antara Nemores.

Read More : Transisi Pemerintahan Mulus, Prabowo Minta Anggota Kabinet Tancap Gas Kerja Maksimal

Karang Taruna RW 18 Desa Jakasetia, Ahmad Syahyandi, menjelaskan insiden itu.

Ahmad menekankan bahwa tembok dinding dilakukan oleh penduduk Kampung Utan Ceger, bukan penghuni Bekasi Kompleks Key Living. Tujuan utama dari panduan ini adalah untuk mengurangi aliran air yang membanjiri permukiman dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada pagar dan lingkungan sekitarnya.

“Bubbling Was Carried Out by Residents of Kampung Utan Ceger, Not By Residents of Galaxy Housing. Unfortunatelly, The Wrong Information Circulated On Social Media That Mented Mentioned This Residents of the Galaxy Ruko Broke Into The Wall Utan Cegan, “Ahmad Syahyandi Against Reporting On Reporting

Dia menjelaskan bahwa video viral itu direkam di media sosial oleh Kampung Utan Ceger, yang awalnya ingin mendokumentasikan kegiatan ini hanya sebagai bagian dari upaya mereka untuk mengatasi banjir.

Read More : Wuling Tunjukkan Ekosistem Mobil Listrik Terintegrasi di HLF-MSP dan IAF 2024

Ahmad menambahkan bahwa tidak ada konflik dan penduduk Kampung Daper Ceger di antara penduduk perumahan Galaxy Bekasi. Kedua belah pihak dipengaruhi oleh banjir dan saling memahami.

“Juga tidak ada perselisihan antara Galaxy dan Kampung Utan Cerger. Ini adalah langkah darurat yang diambil oleh penduduk Kampung Utan Cerger untuk menyelamatkan lingkungan mereka dari semua banjir yang tinggi,” kata Karang Taruna RW 18 Jakasetia, Ahmad Syahyandi atas tonjolan perumahan kemarin.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *