JAKARTA, BERITASATU.COM – Presiden Indonesia Hotels and Restaurants Association (PHRI) Hariyadi Sukamdani menyatakan, harapan peningkatan PPN (PPN) menjadi 12 % tidak mudah bagi perusahaan dan perusahaan.
Read More : 10 Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bersama Pepaya
“Untuk memprediksi masalah ini, jujur, kami tidak dapat memprediksi dengan baik,” kata Hariyadi kepada jurnalis hotel Grand Sahid Jaya, Selasa (19.19.2024).
Menurutnya, hanya beberapa daerah yang dapat memprediksi peningkatan PPN pada tahun 2025. Hariyadi menjelaskan, daerah itu adalah daerah yang dikunjungi oleh wisatawan asing seperti Bali dan Batam.
Sementara itu, daerah lain tidak memiliki tingkat kunjungan wisata asing yang signifikan, tentu saja akan sulit untuk diprediksi. Karena mereka hanya bergantung pada konsumen penduduk setempat yang juga dituduh meningkatkan PPN.
Presiden Phri juga menjelaskan bahwa salah satu cara terbaik untuk memprediksi kenaikan tingkat PPN adalah melalui manajemen biaya. Bahwa dia menyebut mode atau kelangsungan hidup bertahan hidup.
“Kami adalah mode yang tak terhindarkan adalah cara bertahan hidup, yaitu, kami harus dapat mengendalikan biaya,” kata Hariyadi.
Read More : Hari Ke-1 BNI Java Jazz Festival 2024, Maliq & Dโessentials Tampil Memukau
Pada saat yang sama, Phri berharap pemerintah dapat ditinjau. Karena mereka yang merasakan efeknya bukan hanya pebisnis, tetapi juga masyarakat.
“Kami mengatakan kami meminta ulasan,” katanya.
PPN -Toll meningkatkan kebijakan 1 % hingga 12 % dimulai pada 1 Januari 2025. Kementerian Keuangan ingin meningkatkan perbendaharaan atau anggaran negara (APBN) 2025.