Jakarta, Beritataat.com – Jakarta memilih Gubernur Prhamoa karena dia tidak tahu wacana untuk menambahkan kartu pintar Jakarta (KJP) dan 70.

Read More : TNI Tegaskan Forum Indonesia-Afrika di Bali Aman dari Potensi Gangguan

“Industrona” menyatakan bahwa setelah melihat kantor gubernur di gedung Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Tengah, Selasa (5 September 2012) Jepang.

“Pertama, saya baru saja mendengar ini pertama kali. Karena dalam jangka panjang saya tidak ingin menyulitkan CJP,” katanya.

Dia menyatakan bahwa dia tidak dapat memperoleh kebijakan yang memperumit masyarakat, termasuk terkait dengan CJP ini.

“Katakanlah, karena mungkin saya tidak tahu situasinya, tetapi saya antusias untuk pulang dengan CJP ini karena diragukan tentang 70 jumlah yang saya tidak tahu,” saya menjelaskan kepada Pronon.

Read More : Wanita Indonesia Tewas di Kolam Taman Hong Kong, Pengusaha Inggris Ditahan

Menurutnya, wacana tentang kondisi ini adalah hasil dari gubernur Jakarta dan gubernur gubernur di Jakarta, gubernur Jakarta, Premono Anung-Ran Karne, dari pertemuan pemerintah Jakarta dengan periode transisi.

Yang terkoordinasi dengan DKI Jakarta Education Service dan bertanya tentang wacana setidaknya 70 kartu dan penerima.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *