JAKARTA, BERITASATU.COM – Laporan Sabina Altinbek tentang PLN Mobile Priga 2025 masih belum menggembirakan. Selama dua pertandingan, pemain yang membela Yogia Sokol tidak dapat memenuhi tujuh poin.
Read More : Mendikdasmen Pastikan Efisiensi Anggaran Rp 8 Triliun Tidak Sentuh Dana BOS dan PIP
Lima dari tujuh poin tiba di Sabina Altinback melawan Electric PLN Jakart, sementara keduanya ditinggalkan ketika Bandung BJB Tandamata menghadapi.
Sebns masih hilang di depan kolega mereka, bahkan pemain muda Indonesia. Vera Maila telah mengisi 12 poin dengan dua pertandingan. Sabina, seorang pemain yang memainkan gunung yang berlawanan, kalah di Giovanni Ika Kahannnngtias, penghalang. Koleksi Geofanni Sembilan poin.
Pascalina Mahuze, yang baru saja muncul sekali, sama dengan poin yang ia terima Sabina. Titik tertinggi dikumpulkan dalam yoga Sokols oleh pemain asing lainnya, vila IVI dengan 17 poin.
Saat menghadapi BJB di Semarang, Sabina tidak dapat menyelesaikan permainan di Proligi 2025. Itu diganti selama grup kedua. Sejak awal pertandingan, penampilannya tidak memuaskan. Pemain dari Kazaakstan gagal mendapatkan layanan yang sempurna ketika permainan baru dimulai. Bola dipantulkan dari lapangan.
Pada waktu itu, Sabina menderita sakit kepala, pelatih Yugia Falonza, kata Marcus Sjajaam. “Sakit kepala.”
Namun, menurut Direktur Yogia Falcons, Pipit Puspit Rini, Sabina Altinbekovo bugar dan siap bekerja lagi di Proligia 2025.