JAKARTA, BERITASATU.COM – Kantor jaksa penuntut negara (sebelumnya) mengkonfirmasi bahwa ia belum menerapkan kontrol politik atas dugaan korupsi minyak kelapa sawit (CPO) dan turunannya selama periode 2021-2022.
Read More : Ini Alasan Jokowi dan Gibran Tak Hadir di Pembukaan Rakernas V PDIP
Diketahui bahwa kasus ini telah secara luas dikaitkan dengan Airlangan Hardanto. Bahkan sejumlah partai mengatakan bahwa Airlangan pasak dari Presiden Golk karena masalah tersebut terkejut.
“Berurusan dengan masalah kami tidak tergantung pada politik hukum,” kata Harley kepada wartawan pada hari Senin (12/8/2024).
“Tapi itu tergantung pada bukti dan fakta hukum. Oleh karena itu, itu tergantung pada bukti, bukan oleh politik hukum,” lanjut.
Harley juga mengkonfirmasi bahwa partainya tidak terpengaruh oleh tekanan untuk menyelidiki masalah ini. Termasuk kemungkinan untuk kembali ke Airlangan atau tidak.
“Untuk menangani masalah ini juga tidak tunduk pada tekanan atau pengaruh politik. Ini tidak tunduk pada tekanan atau pengaruh politik, tetapi diimplementasikan sebagai penegakan hukum,” katanya.
Read More : Ijtimak Ulama MUI: YouTuber dan Selebgram Wajib Berzakat
Diketahui bahwa dugaan kasus korupsi dari lisensi untuk mengekspor minyak kelapa sawit dan turunannya selama periode 2021-2022 masih dicapai oleh Kantor Kejaksaan (AGA). Tentu saja, pengembangan penelitian dan penelitian dalam kasus ini akan ditransfer ke media.
“Jika ada pengembangan dan tes yang terkait dengan masalah ini, kami akan melakukan informasi, terima kasih,” kata kepala pusat kapsu (Kappenkum) sebelum hari Minggu (11/8/2024).