Presiden Prabhovo Subonando berencana untuk bertemu dengan investor dalam menanggapi penurunan 395,8 poin atau harga saham campuran (CSPI), penurunan dari 395,8 poin atau 6,12% menjadi 6,12% menjadi 6,12% menjadi 6.076 pada hari Selasa (3/18/2025). Presiden Dewan Ekonomi Nasional (sepuluh) Luhut Piner Pongyidan mengatakan ini.
Read More : Besok, Menag Nasaruddin Umumkan Keputusan atas Usulan Libur Sekolah pada Bulan Ramadan
“Presiden akan bertemu dengan pasar investor,” kata Luhut pada hari Rabu (01/19/2025) di tempat Istana Presiden Jakarta.
Luhud tidak menggambarkan jadwal dan tempat pertemuan presiden dengan perwakilan investor. Dia mengatakan bahwa pertemuan itu dikendalikan oleh sekretaris kantor Teddy Indrana Vyzhaya.
“Ini akan diatur nanti. Park Chekkab dikonfigurasi,” kata Luhut.
Luhut tidak khawatir tentang penurunannya, tentang penurunan JCI menjadi 6%. Menurutnya, jatuhnya JCI dapat terjadi kapan saja.
Menanggapi penurunan masalah kepercayaan investor, kata Luhut pada hari Rabu (03/19/2025). Selain itu, Luhud menekankan bahwa pemerintah akan mengamati dengan hati -hati.
“Presiden akan lebih berhati -hati tentang masalah moral finansial, dan ini dihitung dengan baik,” kata Luhut.
Read More : Rizky Febian dan Mahalini Gelar Pengajian Jelang Pernikahan
JCI menunjukkan jalur keselamatan hari ini setelah ia mengalami tekanan besar pada sesi sebelumnya. JCI jatuh tajam pada perdagangan sementara atau perhentian perdagangan pada hari Selasa (03/18/2025).
Pada awal perdagangan hari ini, JCI masih berada di zona merah, tetapi kemudian terus naik ke zona hijau. Selain itu, Komisi Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan kebijakan pembelian tanpa GM (pertemuan publik pemegang saham) untuk menyediakan pasar.
JCI bangkit lagi ketika kesepakatan ditutup pada hari Rabu (03/19/2025). Menurut Indonesia, bursa saham (IDX), JCI tumbuh sebesar 1,42% atau 88 poin menjadi 6.311.