Jakarta, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius, mengatakan bahwa Indonesia tidak akan kembali ke militer atau kediktatoran di zaman pesanan baru. 

Read More : Kebakaran Kolam Minyak Mentah Milik PT BSP di Kabupaten Siak Berhasil Dipadamkan

Menurutnya, pemerintah saat ini masih menjaga prinsip -prinsip demokrasi dan supremasi sipil.

ਨਟਾਲੁਸ (3/11/2025) ਨੇ ਕਿਹਾ, “ਮੌਜੂਦਾ ਸਰਕਾਰ ਵਿੱਚ ਮਿਲਟਰੀਕਰਨ ਨੂੰ ਵਾਪਸ ਕਰਨਾ ਅਸੰਭਵ ਹੈ.

Piggie mengindikasikan banyak mantan aktivis yang telah terlibat dalam kantor pemerintah Ibo Adrick di masa lalu dan bertempur di Indonesia.

Dia mengatakan, “Wakil memiliki lebih dari 30% aktivis masyarakat sipil politik yang telah berjuang untuk perbaikan.

Untuk mencegah militer, Piggie menekankan bahwa respons pemerintah dan ekspresif memiliki program yang terpusat untuk hak asasi manusia, termasuk kebebasan berekspresi. 

Read More : Kapal Tanker Terbakar di Batam, 4 Orang Tewas dan 5 Luka-luka

Piggyi juga mengatakan bahwa komitmen yang kuat dibentuk sebagai presiden investigasi presiden terbaru sambil melindungi hak -hak bangsa. Indonesia adalah salah satu dari empat negara dunia yang Kementerian Hak Asasi Manusia.

“Jika seseorang mengatakan Indonesia akan kembali ke periode diktator, itu hanya konsep yang unik. Kami telah menjaga diri kami untuk mempertahankan demokrasi.”

Dengan pernyataan ini, Pagi berharap bahwa orang -orang akan tetap berada di jalan penat domba sebagai militer tidak akan kembali ke praktik militer.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *