Jakarta, Beritasatu.com – Kasus penyerbuan rumah Via Vallen di Sidoarjo, Jawa Timur yang dilakukan seorang pengemudi ojek online pada Senin, 22 April 2024 masih menimbulkan banyak pertanyaan. Diketahui, ojek online menyambangi rumah Via Vallen menyusul ulah adik Via Vallen, Rafi Pratama (RF) yang diduga menggadaikan sepeda motor salah satu anggota kelompok ojek online tersebut.
Read More : Dirjen Kementan Diminta Penuhi Berbagai Kebutuhan SYL dengan Total Rp 317 Juta
Via Vallen akhirnya angkat bicara. Sebagai seorang adik, ia mengaku telah menunaikan tanggung jawabnya untuk menghidupi adiknya. Namun keceriaan adiknya dan perjudian online menyebabkan banyak masalah bagi dirinya dan keluarganya.
“Aku berada di lingkungan orang-orang egois yang secara psikologis menderita NPD. Apapun penderitaannya, mereka tidak peduli. Kalau dibicarakan, itu hanya adu keberuntungan dan capek,” kata Via Vallen, diunggah ulang di akun Instagram @rumpi_gosip, Senin (29/4/2024).
Via Vallen membantah isu tersebut dengan mengatakan dia tidak peduli dengan keluarganya.
“Karena tabungan saya bertambah, setiap bulan saya alokasikan semuanya. Tapi apa yang saya punya, saya ingin tetap memberikannya dengan hal-hal yang baik dan tidak bisa susah-susah,” ujarnya.
Via Vallen mengatakan, apa yang diberikan kepadanya selama ini sepertinya disalahartikan. Adik perempuannya selalu menantikan hadiah dari istri Chevra, Yolandi, “Setiap kali diberikan, dia selalu menggunakannya untuk bersenang-senang, selalu jalan-jalan di malam hari. Tidak pernah berpikir untuk bekerja, ia selalu mengandalkan apa yang diberikan. Begitulah saya, semua orang kasar,” imbuhnya.
Menurutnya, uang yang kerap ia berikan bertujuan untuk mengubah kehidupan adiknya menjadi lebih baik.
“Padahal saya investasikan modal agar kelak bisa mandiri. Apa hasilnya? Tidak ada. Akhirnya saya keluarkan untuk berjudi,” tegasnya.
Read More : Rumah Sakit di Taiwan Terbakar, 9 Orang Meninggal
Via Vallen pun mengaku tak henti-hentinya memikirkan kakak-kakaknya yang menudingnya tak peduli pada keluarga usai menikah dengan Chevra Yolandi.
“Saya memberontak bahkan bilang saya berubah karena sudah menikah? Demi Allah, kalau kelakuan saya benar, nggak apa-apa. Selama saya punya tabungan, saya akan bantu. Selalu membantu, tapi bantuan itu digunakan untuk apa?” . dia berkata.
Ia mengaku kecewa dengan apa yang dipikirkan keluarganya. Pasalnya, ia merasa tidak dianggap sebagai anak kandung pada umumnya.
“Sampai saat ini saya berpikir, di rumah itu apakah saya berstatus anak kandung atau tidak? Hobi saya memang membuat saya bekerja keras dari awal,” ujarnya.