Jakarta, bartasatu.com – Kementerian Pertanian (Camenton) mengarahkan 75.000 hektar daerah mentah baru di pusat pusat pusat (Kalmanthan tengah) untuk menghasilkan sejumlah besar produksi beras.
Read More : Serangan Udara Israel Tewaskan 3 Putra dan 4 Cucu Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengunjungi Palangka di Raya, Kalimanton Tengah untuk berpartisipasi pada tahun 2025. Pada pertemuan penanaman dan koordinasi sosialisasi Inprrs terkait dengan penggunaan pekerja ekspansi pertanian di provinsi Kalimanton tengah.
.
“Di pusat pusat Kalimanton pada tahun 2025, kami berharap padi untuk mencapai 75.000 hektar.
Di pusat Kalimanton, perpanjangan wilayah mentah terdiri dari enam distrik, termasuk: Kapuas Kabupaten 40.779 hektar, Pisau Pisou 10,931 hektar, Saruvarignine 4,261 Hektar, Barritas Utara 4,148 Hektar, Barritas Utara 4.148. Barritas 4,148 Hektar, Barritas Utara 4.148. Barritas 4,148 Hektar, Barritas Utara 4.148. Andpona, andpona, andpones, andpons, andpons, dan Panah 4.148 hektar, Saruan 2.791 hektar, dan panci, dan panos 4.148 hektar, Saruan 2.791 hektar, dan 311 hektar.
Menurut data sementara dari Kementerian Pertanian (sementon), proses kontrak kontrak 6322 hektar dan 7541 hektar dan 4 273 hektar kontrak di Pusat Kalimanton.
Amran berharap bahwa masyarakat, terutama petani, dapat tumbuh secara signifikan dari keberadaan program untuk memperluas bahan baku di pusat Kalimanton.
Read More : Diprotes Negara Barat, Wali Kota Nagasaki Bela Keputusan Tak Undang Israel pada Peringatan Bom Atom
“Saya pikir program ini pasti akan diterapkan dengan baik, jika tidak, kami akan mengevaluasi dan mentransfernya ke daerah atau distrik lain. Jika Kalimanton tengah tidak mungkin, program ini akan diteruskan ke provinsi lain,” katanya.
Menambahkan area penanaman dan 3 selama 2025. Amran menyarankan agar nomor pelatihan presiden dan petugas penyuluhan pertanian dapat meningkatkan kegiatan mereka di Kantor Gubernur Kalimanton Tengah di Kamarang Hall Tingang.
Adalah penting bahwa mereka adalah cara utama untuk menerapkan tujuan kementerian untuk mewujudkan otonomi makanan nasional, tetapi Indonesia adalah kekuatan pangan dunia.