Jakarta, Beritasatu.com – Lebaran 2025 yang lalu, Kementerian Pertanian (Kemementan) menjamin ketersediaan produk yang aman. Menteri Pertanian (Mentan) Andy Amran Sulaiman memastikan bahwa saham beras nasional di Perum di Bulog saat ini mencapai 2,2 juta ton, yang telah menjadi yang tertinggi selama tujuh tahun terakhir.
Read More : Menko Airlangga Pastikan Jajaran Kementeriannya Siap Pindah ke IKN
“Alkhamulilla, hari ini kami mengadakan pertemuan koordinasi dengan sisi yang berbeda untuk memberikan harga diri makanan.
Berdasarkan proyeksi, produksi padi pada Januari-April 2025 diperkirakan 24,22 juta ton biji-bijian kering (GKG), yang merupakan yang tertinggi selama periode yang sama selama tujuh tahun terakhir.
Menteri Pertanian Amran mengatakan bahwa pemerintah terus mengendalikan produksi makanan agar optimal. Menurutnya, Presiden Prabovo Subanto memberikan panduan untuk menyediakan berbagai program pertanian, seperti sawah baru dan meningkatkan produktivitas dengan mengoptimalkan lahan (sirkulasi), yang dimaksudkan untuk mendukung makanan itu sendiri.
Dari sudut pandang penyerapan biji -bijian, pemerintah juga mencatat peningkatan yang signifikan. Jika pada bulan Januari-Maret, blog 2024 hanya dapat menyerap 35.000 ton gandum, maka tingkat penyerapan tiga bulan pertama tahun ini mungkin akan mencapai 700.000 ton.
Tahun lalu, total penyerapan satu tahun hanya 1 juta ton, dan tahun ini pemerintah menghasilkan 3 juta ton biji -bijian pada bulan April atau Mei.
Tingkat Amran, bahkan jika penjualan penyerapan biji -bijian dapat mencapai lebih dari 2 juta ton pada waktu itu, pasokan beras nasional akan sangat memadai, terutama sebelum ID.
Read More : Prabowo Resmikan Badan Pengelola Investasi Danantara, Cikal Bakal Superholding BUMN
“Ini adalah lompatan eksponensial. Ini adalah kerja keras kami ke arah Presiden. Saya berterima kasih kepada Kementerian Pertanian, TNI, Polri dan semua yang telah berkontribusi,” jelasnya.
Selain itu, Menteri Pertanian Amran menekankan bahwa pemerintah akan terus mempengaruhi musim kemarau, mengaktifkan program pompanisasi tahun ini.
Dia mengatakan bahwa kebijakan ini mampu meningkatkan produksi lebih dari 2 juta ton beras selama Agustus-Desember 2024. Dengan strategi yang sama, diharapkan produksi beras dipertahankan tahun ini, sehingga akses ke beras nasional akan lebih kuat.
“Kami terus menjamin bahwa produksinya optimal, dan, saya harap, dengan doa dan kerja keras, Anda benar-benar dapat melakukan swasembada makanan,” tungku Mentan Amran, yang tentang cadangan ID beras.