Jakarta, Beritasatu.com – Di Fakultas Kedokteran, seorang mahasiswa Kurikulum Anestesi, Uxip, AR, diduga menjadi korban pelecehan (bowling) sampai ia akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Menanggapi kecelakaan ini, para profesional kesehatan masyarakat dari antarmuka pengguna, DR. Ngabila Salam meminta agar semua bentuk pelecehan dihentikan segera.
Read More : Elmer Syaherman Ikut Tren “Aku Bisa Yura” setelah Selingkuhi Ira Nandha 6 Kali
Ngabila Salama mengirim pesan ke Program Pendidikan Kedokteran Spesialis (PPD) untuk bersama -sama memecahkan rantai penindasan dalam bentuk apa pun, baik verbal, fisik, keuangan dan akademik (material dan non -material).
“Pesan saya kepada orang tua PPD untuk bersama -sama memecahkan rantai pelecehan dalam bentuk apa pun,” kata Ngabila Salaha dalam deklarasi pada hari Minggu (18/08/2024).
Dia juga menekankan bahwa semua kesulitan, seperti jam kerja yang berlebihan, harus menghubungi pemerintah untuk menyelesaikannya dengan benar dan manusiawi.
“Hubungi segala sesuatu yang sulit dari jam kerja dan dari yang lain sebelum manajemen rumah sakit, kepala kurikulum, guru dan orang lain untuk menyelesaikan masalah terbaik dan manusia,” tambah Ngaba.
Ngaba juga mengingatkan saya jika ada kepala korban pelecehan PPD, mereka harus menghentikan kebiasaan itu dan mengubahnya menjadi budaya yang lebih manusia.
Read More : Hari Ini, Jin “BTS” Akan Bawa Obor Olimpiade Paris
Dia menambahkan bahwa korban pelecehan disarankan agar Anda tidak takut hubungan untuk menghentikan tindakan pelecehan.
“Jika orang tua sebelumnya menjadi korban bowling, budaya ini harus dihentikan dan diubah menjadi kemanusiaan,” kata Ngabila.
Ngaba menekankan bahwa intimidasi para korban harus dijamin keselamatan secara fisik, psikologis atau kesinambungan pendidikan. Selain itu, kami menyarankan Anda untuk tidak takut untuk melaporkan saluran pengaduan sehingga kementerian (Kemenkes) dapat terus menghilangkan pelecehan sesuai dengan peraturan yang ada.