SRAGEN, BERITASATU.COM – Orang -orang dengan gangguan mental (DAGGJ) pergi ke Berserk, kemudian seorang perwira polisi dan anggota TNI menyerang pedang samurai di Pondok di Hamlet, desa Kedungupit, Kabupaten Sragen, Mid -java.

Read More : Ini Fokus Shin Tae-yong di Laga Timnas Indonesia U-23 vs Irak

Kepala Polisi Kota Sragen Ariantoro mengatakan pria itu telah diberikan dan dibawa ke Rumah Sakit Surakarta untuk perawatan lebih lanjut.

Menurutnya, pria itu dirawat di Surakarti RSJD. Namun, karena mereka pikir dia ditemukan, dia akhirnya membawa keluarga dan mengamuk lagi.

“Sebulan yang lalu, dia dirawat di rumah sakit, dan diyakini bahwa dia masih membaik dan marah,” katanya di Sugen pada hari Selasa (22.18.2012).

Insiden itu terjadi pada hari Senin (17.02.2017). Awalnya, perangkat desa melaporkan kepada polisi bahwa penduduk pergi dengan pedang samurai.

“Dogj melewati 85 sentimeter dengan pedang samurai,” Antara Antara mengutip.

Anggota Babins TNI dan Bhabinkamtibmas segera pergi ke tempat itu dan bernegosiasi dengan pria ODGJ yang marah.

Read More : Pelatih Oxford: Marselino Ferdinan Perlu Waktu untuk Berkembang

“Tetapi para pelaku bahkan lebih agresif dan tertutup di rumah. Hanya petugas polisi dari polisi Kota Sugen yang dikirim untuk memperkuat kelompok evakuasi,” kata Ari.

Selain itu, dua anggota sektor Sragen mampu membujuk pintu. Namun, ketika mereka mencoba mengamankan senjata tajam yang dipegang oleh Okgj, para pelaku tiba -tiba membalikkan pedang.

“Akibatnya, pistol itu terluka oleh widyatmoko AIPTU, bos SPK 3, ibu jari kanan Stasiun Kota Sragen City Station.

Seorang anggota Eko Siswato Serma Serma menyerang kemarahan untuk menderita luka yang robek di antara ibu jari dan jari telunjuk kiri dan harus mendapatkan dua jahitan.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *