JAKARTA, BERITASATU.COM – Markas besar kepolisian nasional akan membentuk kelompok sasaran untuk Kejahatan Perdagangan Manusia (TPPO TPPO), bersama dengan Badan Perlindungan Pekerja Indonesia (BP2MI). Jenderal Jenderal Polisi Nasional Listio Sigit Prabavo menekankan bahwa mereka siap untuk mengambil tindakan terhadap para pejabat yang berpartisipasi dalam TPPO.

Read More : Pemimpin Chechnya Pamer Tesla Cybertruck Bersenapan Mesin, Mau Diturunkan di Perang Ukraina

“Tentu saja, ini adalah persetujuan kami untuk mengambil tindakan terhadap elemen -elemen yang terlibat,” kata Listo kepada wartawan pada hari Kamis (09/01/2025).

Listo mengatakan partainya saat ini mengumpulkan langkah -langkah hukum untuk membentuk kelompok target TPPO.

“Di sisi lain, kami juga akan meningkatkan kerja sama dengan mencegah kegiatan pencegahan, pendekatan hukum dan, tentu saja, juga bagaimana kami bekerja dengan pelayanan dan institusi yang relevan,” katanya.

Nadezhda, kata Listo, kelompok target TPPO akan melindungi karyawan di luar negeri.

Read More : Timnas Indonesia Bertolak ke Australia dari Bandara Soetta

Sesuai dengan Listo, Menteri Pertahanan Migran yang bekerja untuk migran Indonesia dan Badan Pertahanan untuk Migran Kerja (BP2MI) Abdul Kadir Carding berharap bahwa kelompok yang dimaksud akan memberantas partisipasi seseorang yang terlibat dalam TPPO.

“Kesimpulan besar adalah bahwa harus ada seseorang yang bermain. Dalam arti ada kuda, ada persatuan. Untuk melakukannya, kami meminta bantuan Kepala Polisi untuk dapat pergi di masa depan dan salah satunya, menciptakan kelompok sasaran TPPO,” katanya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *