JAKARTA, Beritasatu.com – Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mendukung gagasan Presiden terpilih Prabowo Subianto yang ingin membentuk Kepresidenan sebagai tempat berkumpulnya para mantan presiden.

Read More : Gibran Dukung Ide Prabowo soal Presidential Club

Muti mengatakan President’s Club bisa menjadi wadah kelanjutan kepemimpinan nasional dan mengakhiri berbagai tudingan pribadi mantan presiden tersebut.

Abdulmuti pada Rabu (8/5/2024).

Muti menyarankan agar President’s Club tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, namun juga menjadi wadah komunikasi politik yang baik.

“Bagaimana caranya agar kita tidak menimbulkan kesan bahwa ketika ada yang masuk dan mengisi peran tersebut, maka proses perubahan tidak terjadi terus menerus atau terus menerus?”

Muti meyakini President’s Club bisa menjadi contoh kesinambungan kepemimpinan nasional. Hal ini penting, menurutnya, karena semua presiden sebelumnya mempunyai kekuatan dan prestasi untuk melanjutkan.

“Tentu tidak semua yang dilakukan adalah hak presiden saat ini, paling tidak yang baik, yang baik harus tetap dilanjutkan, dan yang buruk bisa diperbaiki tanpa harus dikritik. Tidak baik atas hal yang belum dilakukan.

Abdulmuti mengatakan, dialah satu-satunya mantan presiden yang membutuhkan kepribadian yang cerdas, hati yang lembut, dan hati yang besar untuk bisa menjadi presiden.

Ia menilai, seharusnya mantan presiden itu mengedepankan perilaku para politisi dan mendahulukan kepentingan negara dan negara di atas kepentingan individu dan kelompok.

Read More : Ibu Ronald Tanur Dipindahkan dari Lapas Kelas I Kejati Jatim ke Kejagung

“Dalam segala perbedaan tetap harus ada satu kesamaan visi untuk Indonesia. Harus ada hati yang baik yang mengedepankan kepentingan negara dan bangsa diatas permasalahan pribadi dan mungkin permasalahan tersebut berkaitan dengan politik dan pilihan yang berbeda,” ujarnya. .

“Ini bisa menjadi metafora untuk berharap mengakhiri semua masalah pribadi yang mungkin menjadi masalah pribadi presiden-presiden sebelumnya, seperti masalah yang menghalangi mereka untuk bertemu satu sama lain. Penting untuk memberi contoh bagi para pemimpin di negara bagian, di kota bahkan di desa misalnya.

Selain itu, Abdulmuti meyakini mantan Presiden Megawati Sukarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Joko Widodo (Jokowi) bisa menjadi presiden yang duduk satu meja dengan Prabowo Subianto di klub tersebut.

Menurutnya, President’s Club merupakan wadah para mantan presiden untuk memberikan saran, pendapat, dan kritik kepada pemimpin saat ini.

“Sangat penting bagi mantan presiden Ibu Megawati, Pak SBY, dan Pak Jokowi, kemudian Pak Prabowo, untuk bisa bertemu dan duduk bersama secara rutin dan memberikan pembicaraan atau masukan tentang cara kerja pemerintah,” pungkas Muti. .

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *