Jakarta, Berasatu.com – Institut dan Manajemen Pengembangan (Laksdam) Nahdlatul Ulama (PBNUDAM) Nahdlatul Ulama, Paus Francus ke Indonesia, adalah perjanjian yang kuat untuk radikalisme dan ekstremisme.
Read More : 5 Persiapan untuk Melihat Hasil Pengumuman SNBP 2025 Pukul 15.00 WIB
“Refutal Refutal dalam Laporan Eksstremism yang mencoba berbagi unit negara,” kata Gus Nahihi, dalam kata -katanya, Kamis (1/12/2024).
Keberadaan Paus Francis dianggap sebagai proses konkret untuk memperkuat persaudaraan dan harmoni dalam kelompok -kelompok agama, terutama Islam dan Katolik.
Dikatakan bahwa kunjungan ini bukan hanya simbol, tetapi harus diterjemahkan sebagai didamaikan dengan rekonsiliasi, terlepas dari tantangan perang agama di Indonesia.
“Anda harus bermaksud kunjungan ini untuk memperkuat harmoni, memperkuat perdamaian dan upaya untuk memperkuat rekonsiliasi,” kata Gus Nahihi.
Gus Naji juga menyetujui langkah -langkah figuratif dalam imam besar Mostiqladdin Umar, menunjukkan persahabatan dengan Paus Francis.
Menurut pernyataannya, gerakan ini tidak memenuhi ajaran Islam, tetapi menunjukkan bahwa fondasi Islam adalah susu pensiun.
“Apa yang Imam Besar dan Paus Fransiskus signifikan dan simbolis dan tidak melanggar ajaran Islam.”
Menurut Gus Najih, kunjungan Paus Francis membawa pesan -pesan kuat bahwa agama harus menjadi sumber solusi, tetapi konflik tidak mengaum.
Read More : PDIP Telusuri Rekam Jejak Calon Pimpinan-Dewas KPK Seusai Surpres Prabowo Diterima DPR
Gus Najih mengharapkan contoh para pemimpin agama seperti Paus Francis dan studi agama di Indonesia untuk menginspirasi masyarakat di puncak taman. Ini untuk menciptakan harmoni yang lebih nyata dalam masyarakat.
Dia juga memuji Paus Fransiskus karena memberikan contoh orientasi dan cinta.
Gus Najy mengharapkan upaya damai ini untuk memperkuat internasional dan juga menjadi sanggahan dalam akun radiologis yang mengancam perdamaian di dunia.
Indonesia mengatakan pentingnya memerangi keadilan di dunia, termasuk isu -isu Palestina, seperti batang umat manusia, “katanya.
Paus Francis meninggalkan Vatikan Singapura, Jumat (9/13/2024). Sebelumnya, Paus membuat Rasul, Papua Nugini dan Timor Timur.