Jakarta, Beritasatu.com – Mary Jane, tahanan kematian kasus penyelundupan siap untuk kembali ke negara Filipina pada pagi hari (18.12.2012). Saat ini, Mary Jane dibawa ke Sooocar-Hatta, Taangererang, Bandara Bantene dari Lapas-Vanite II Giacart, Bambo, Oriental Giacart, Selasa (19.07.2012, 19th 19).
Read More : Kelenteng Sam Poo Kong di Semarang Jadi Magnet Wisatawan Selama Libur Imlek
Banyak kolam melihat petugas Lapen wanita Bambu ketika Mary Jane keluar. Kantor Jokyakarta, Schman (Kejari) juga membantu kantor jaksa penuntut.
Mary Jane tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya karena dia kembali ke Filipina. Perlu diingat untuk koordinasi hak bagian bawah, serta koordinasi hak, hak asasi manusia, imigrasi dan Yusril Mahendra.
“Saya sangat senang, terima kasih kepada Presiden Praha, Menteri Yusril dan semua orang Indonesia yang mendukung Mary Jane, terima kasih banyak,” katanya.
Mary Jane mengaku mencintai Indonesia. Dia juga membawa kenangan dari Indonesia seperti gitar, rosario, kupu -kupu origami, rajutan dan pakaian. “Aku suka Indonesia. Aku membawa ingatanku dari sini,” kata Mary Jane.
Sebelumnya, Yusril mereka Mahendra, Menteri Imigrasi dan Amandemen (Menteri Imigrasi dan Amandemen, mengungkapkan bahwa Mary Jane Velos dari obat -obatan Filipina telah menjadi proses kembali ke Filipina. Kembalinya adalah hasil kerja sama antara Indonesia dan Filipina melalui mekanisme pemindahan tahanan.
Read More : Tidak Libur, Bulog Terus Lakukan Penyerapan Gabah dan Beras
“Proses ini dikirim ke adegan terakhir. Mary Jane dipindahkan dari hukuman wanita jogyakarta (LP) wanita (LP). Will akan dikembalikan ke rumah di Manila,” kata Yusril di Istana Presiden Jacqual pada hari Senin (16.12.2012) .
Menurut Yusril, banyak pejabat di Kementerian Kehakiman Filippin tiba di Jakarta untuk mempersiapkan kepergian Mary Jane. Dia berharap proses repatriasi dapat dilakukan antara 17 dan 18 Desember 2024.
“Semua persiapan telah selesai dan kami optimis tentang pendapatan ini dapat bekerja tanpa penjadwalan,” kata Mary Jane.