SURABAYA, BERITASATU.COM – A Pilgrim dari Flying Group (Kloter) 62 Distrik Surabaya dari Jombang Relays, Jawa Timur, menyebutnya (60 tahun) meninggal satu jam sebelum pesawat mendarat di Bandara Internasional Juanda dari Arab Saudi. Sebelum sekarat, para peziarah mengeluh sakit dada sebelum bernapas yang terakhir di pesawat.
Read More : Presiden Prabowo Subianto Hadiri Puncak Perayaan Natal 2024
Setelah pesawat mendarat di Bandara Juanda, mayat itu diambil segera menggunakan ambulans BBKK (pusat pusat kesehatan) di Rumah Sakit Haji Surabaya untuk inspeksi. Dari Rumah Sakit Haji Surabaya, mayat itu diserahkan ke kediamannya di Jombang menggunakan ambulans dari Rumah Sakit Regional Jombang untuk dimakamkan.
Sekretaris Komite Penyelenggara Surabaya Haji (PPIH) Abdul Haris mengkonfirmasi kematian salah satu peziarah pendaratan Surabaya saat berada di pesawat selama perjalanan dari Arab Saudi ke bandara Juanda.
“Kami mentransmisikan rasa sakit atas kematian wanita itu, peziarah kelompok 62 dari Kabupaten Jombang. Tuhan menginginkan, almarhum berada dalam keadaan Husnul Khotitimah karena kembali dari pilar kelima Islam ke Mekah. Keluarga yang ditinggalkan Kembali mendapatkan ketulusan dan kesabaran, “kata PPIH Debarkasi Sureabaya Abdul Haris ketika dia bertemu Beritasasatu.com a Surabaya, Kamis (11/7/2024).
Peziarah yang meninggal di pesawat akan mendapatkan dua jenis asuransi. Pertama -tama, asuransi sepadan dengan biaya boarding ziarah Surabaya (BIPIH) yang dibayar oleh para peziarah, yaitu sekitar RP. Kedua, asuransi tambahan (pertanggungan tambahan) dari nilai Rp 135 juta yang diberikan oleh maskapai ketika peziarah meninggal dalam penerbangan.
Read More : Diduga Atur Vonis Bebas Ronald Tannur, Eks Ketua PN Surabaya Disidang
Dengan kematiannya, jemaat yang mati di pendaratan Surabaya ketika repatriasi menjadi empat orang. Sementara jumlah peziarah di pendaratan Surabaya yang meninggal di Arab Saudi adalah 72 orang dari 414 orang di tingkat nasional.