Jakarta, Beritasatu.com -National Sports Week (PON) XXI ACEH -North Sumatra Sumatra Utara (Sumatra Utara) telah menjadi pilihan, serta langkah atlet Indonesia untuk mencapai kompetisi internasional yang lebih tinggi. Di Pon, dalam persiapan atlet untuk kompetisi internasional di sebelah banyak acara, seperti Sea Games, Asian Games, di sebelah pesta olahraga terbesar, di sebelah Olimpiade. Aceh-North Sumatra digunakan untuk memilih Thailand di Sea Games 2025. Setelah itu, akan ada Olimpiade Asia dan Olimpiade 2028 di Los Angles, “katanya dalam dialog di Merdeka Western Forum 9 (FMB9),” Pon XXI Aceh-Summut 7.7.2024).

Read More : Dikontrak hingga 2027, Paul Pogba Pilih Nomor 8 di AS Monaco

Ditemukan bahwa 65 olahraga yang ditantang oleh Pon XXI Aceh-North Sumatra menjadi acara seleksi yang sangat umum, meskipun olahraga yang tidak dapat dimasukkan dalam acara internasional. Olimpiade Paris Prancis saat ini berkompetisi dalam 33 olahraga, sementara sekitar 40 olahraga berkompetisi.

Tujuan jangka panjang Olimpiade 2028-2030 dan berharap bahwa Pencak Silas akan bersaing di Olimpiade pada tahun 2036, dan manajemen atlet akan diimplementasikan secara sistematis. Pon xxi Aceh-North Sumatra adalah bagian penting dari strategi ini yang membentuk dasar untuk pencapaian internasional Indonesia.

PON jelas mampu mengidentifikasi potensi atlet dari berbagai wilayah Indonesia. Dari acara ini, kami berharap kemampuan apa pun akan muncul, yang kemudian akan diarahkan untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi.

Dia mengakui bahwa perlu untuk mengembangkan olahraga terstruktur dan berkelanjutan untuk mencapai pencapaian olahraga yang lebih tinggi. Dari pengembangan usia dini hingga pengembangan atlet elit, mereka semua harus secara sistematis dan terintegrasi.

Menurutnya, pengembangan atlet adalah sistem yang kompleks, termasuk komponen yang berbeda, dari diidentifikasi untuk berpartisipasi dalam acara internasional. Jadi sistem ini bekerja secara efisien, membutuhkan sinkronisasi yang kuat antara provinsi dan pelatihan tingkat nasional.

“Pengembangan atlet adalah investasi jangka panjang. Studi dan pengalaman menunjukkan bahwa untuk mencapai keunggulan, atlet bertahan setidaknya 10 tahun untuk melakukan proses pelatihan yang sistematis dan terukur,” jelasnya.

Read More : Hasil China Open 2024: Dejan/Gloria Melenggang ke Semifinal

Kemenpora sendiri telah merancang desain hebat dari atlet nasional yang berlatih dengan penekanan pada pengembangan kelompok olahraga yang luar biasa di setiap bidang. Salah satu upaya adalah memperkuat basis ilmu olahraga di Indonesia.

Dia melanjutkan, partainya juga mengenali beberapa olahraga yang sangat baik dengan potensi besar untuk mencapai pencapaian. Menurutnya, masing -masing area memiliki olahraga yang sangat baik dikembangkan berdasarkan spesifikasi lokal.

Serono juga memberikan contoh berapa banyak atlet -lulawesi tenggara dipisahkan di tingkat nasional, serta olahraga olahraga di wilayah Indindone Timur. Melalui dukungan dari Pusat Pendidikan Nasional (Pellatnas) dan layanan yang memadai, kami berharap bahwa atlet olahraga yang sangat baik akan bersaing di level tertinggi.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *