Jakarta, BERISATU.COM- Wakil Menteri Kebudayaan Ganesha, mengatakan bahwa pemerintah telah mengundang investor untuk terbuka kepada investor lebih luas dengan membuat film di daerah pedesaan dan distrik, terutama di daerah tersebut.
Read More : Ditopang Sektor Barang Baku, IHSG Sesi I Senin 29 Juli 2024 Naik 17,48 Poin
“Kami mendorong investor untuk lebih percaya diri dalam membuka dan membangun film di kota -kota di distrik atau bioskop,” Gires Ganesha di Gedung Pengembangan Manusia Budaya (9 Desember 2024) pada hari Senin (9 Desember 2024). .
Film -film Indonesia telah mulai mendominasi layar. Selain itu, mereka melihat produksi pembuat film di negara ini menyumbang 60% pemirsa.
Dia percaya bahwa jumlah penonton film Indonesia pada akhir 2024 akan mencapai 75 juta dari semua penonton dari layar lebar dan online.
Dari banyak sumber daya yang dikumpulkan, jumlah penonton film Indonesia pada tahun 2024 adalah 98 tahun yang lalu, dengan 68,95 juta pemirsa hingga 3 November 2024.
Melihat kemampuan hebat ini, Kementerian Kebudayaan mengundang investor untuk memperluas pasarnya dengan membuat film di daerah tanpa investor. “Ini adalah yang tertinggi dalam sejarah Indonesia, jadi kami mendorong investor untuk membuka bioskop,” kata Gires.
Gires mengatakan partainya menghubungi industri film besar. Mereka memberi orang yang bekerja, cahaya biru. “Mudah -mudahan akan ada lebih banyak teater,” katanya.
Read More : Kepala dan Wakil OIKN Mundur, Basuki: Pembangunan IKN Berlanjut
Sementara itu, Menteri Pembangunan dan Kebudayaan (Menco PMK) Pratetico mengatakan, “Sebagai koordinasi, partainya mendukung kemajuan budaya, termasuk produksi film.
“Koordinator PMK berkoordinasi, misalnya, jika dukungan pemerintah daerah kami menghubungi Kementerian Dalam Negeri, termasuk infrastruktur dan dukungan keuangan,” katanya.
Di masa lalu, para menteri budaya Fadley menekankan komitmen pemerintah untuk mendukung pengembangan ekosistem film Indonesia untuk bersaing di bidang internasional.
Untuk alasan ini, pemerintah mengundang investor untuk membangun bangunan sinematik di daerah yang belum pernah terjadi sebelumnya.