Hanya saja, Beritasatu.com- Presiden ke-7 Joko Vidodo secara tidak sengaja menanggapi tindakan vandalisme, mereka memberi tahu Alya Jokovi, yang muncul di beberapa daerah. Menurutnya, ini adalah bentuk ekspresi ekspresi.
Read More : Gunawan “Sadbor” Belum Jadi Tersangka, Polisi Masih Kumpulkan Barang Bukti
“Ya (vandalisme) bagaimana mengekspresikan ekspresi. Cara mengekspresikan ekspresi, ”kata Jokovi di media pada hari Sabtu (2/2/2025).
Karena itu, ketika dia ditanya apakah ini masalah baginya, mantan walikota Solo hanya tertawa dan sekali lagi menjelaskan bahwa kejadian itu adalah bentuk ekspresi.
“Ya, beginilah cara mengungkapkan ekspresi. Dia, ”jawabnya sambil tertawa.
Tindakan vandalisme dalam bentuk kata -kata “Alya Jokovi” ditemukan di beberapa daerah, bahkan di kota Surabay, artikel itu muncul di 24 poin. Selain itu, tindakan serupa juga ditemukan dalam tiga titik di kota Yogyakarta dan lima poin di kota tanah, sebelum petugas polisi dari Dinas Kepolisian (Satpol PP) akhirnya dihilangkan.
Kata -kata “Alya Jokovi” dibuat dengan cat hitam dan merah di dinding. Agen Satpol PP membersihkannya, menutupnya dengan cat putih.
Read More : Siapa Sosok Pengacara Elza Syarief yang Diteror Pengembalian Dana Rp 55 Miliar?
Satpol PP Satpol Kepala Antono menjelaskan bahwa partainya menerima laporan dari hadirin yang terkait dengan vandalisme dan segera melanjutkan pembersihan.
“Pembersihan ini dilakukan sesuai dengan Peraturan Lingkungan No. 10/2015 Pasal 62, yang melarang kegiatan perlindungan karena melanggar keindahan kota. Oleh karena itu, kami mengembalikannya ke bentuk aslinya (dibersihkan), ”kata Didic, yang membersihkan vandalisme, ia mengatakan” Alya Jokovi. “