Jakarta, Berteisato.com – Seorang pelayan kesehatan (Menks) Budual Giddi Dibiki, dibandingkan dengan 100% lebih dari 100% obat -obatan mahal. Menurut Bude, alasan utamanya bukan pajak, bukannya secara berbeda, iklan uang dan pendapatan pendidikan.
Read More : Berbicara lewat Bingkai Foto Ayahnya, Aaliyah Massaid Minta Izin Menikah ke Mendiang Adjie Massaid
“Karena biaya rendah bukan pajak, penjualan, dan layanan. Mengapa kedokteran medis,” Selasa, “Selasa (6/202), Hari Nerrt Barat (IRERT) mengatakan dia adalah seorang pengusaha.
BI menjelaskan, obat di Indonesia memiliki tiga kelompok, misalnya, perawatan dan warna dan obat -obatan dan paten. Menurutnya, obat umum digunakan melalui Indonesia, terutama BPJ.
Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa obat rata -rata Indonesia lebih rendah daripada di Singapura.
Sebaliknya, obat-obatan dengan warna atau warna mungkin 1,8-5 kali lebih mahal daripada bunga. Sementara itu, obat -obatan paten yang diproduksi oleh penjualan global mahal.
Ansen meningkatkan bahwa masalah pohon termurah sering menjadi lebih dari kelas menengah, karena obat -obatan dan obat -obatan dan penumpang. Sebaliknya, obat umum sangat sering digunakan karena dibeli.
Read More : Cianjur Digoyang Gempa Darat di Hari Valentine
Menteri medis menanggapi klaim untuk menambah obat -obatan yang dibuat oleh pajak. Budi, sebagai rekening bank telah dilaporkan memulai harga yang paling penting.
“Saya adalah bank sekali. Pajak biasanya 11%, 5%atau 7,5%. Sulit bagi saya untuk memahami bagaimana 500%,” katanya.
Untuk mendukung kata -katanya, Buda mencari bidang medis Elabal, Direktur Jenderal Terapi Obat. Hasil pelajaran membuktikan hasil dari biaya tarif murah tidak dikenakan pajak, iklan dan pendidikan.