Jakarta, beritatasatu.com Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menerima sertifikat produksi obat -obatan baik (CPOB) dari Badan Pengawasan Makanan dan Obat untuk Terapi Sel Tronco.

Read More : Soimah Bantah Calonkan Diri Jadi Bupati Bantul Yogyakarta

Menurut Direktur RSCM, Dr. Supriyanto Dhekeredjo, sangat sukses dalam sejarah pengobatan di Indonesia. Dengan sertifikat ini, metode pengobatan terapi seluler dapat diproduksi dengan berat dan didistribusikan ke semua rumah sakit di Indonesia.

“Hanya RSCM yang merupakan satu -satunya dukungan dari penelitian berdasarkan layanan sel uap ini. Ini berarti bahwa RSCM adalah tempat di mana data dikumpulkan dan kemudian dianalisis dan diselesaikan. Dalam kasus emisi CPOB, itu adalah harapan bahwa ia harus memiliki praktik prosedur medis yang mungkin tetap terapi pertahanan standar, ”kata Dr. Supriyanto setelah harmoni jika terjadi sel induk di RSCM di Jakarta pada hari Kamis (25/5/2024). Presiden Eksekutif B -universe Enggartiato Lukita (dua kanan) Bersama dengan CEO PT Biofarma Sadiq Akasasa (dua diskon) dan Direktur Portofolio, Produk dan Layanan PT Kimia Farm TBK Jasmine K. Karsono (kiri) di RSCM, Kamis, 25 Juli 2024 .

Kepala Pemasangan Teknologi Medis Seluler -tronco RSCM, Prof. Dialogo Ismail Hisisobroto menambahkan bahwa sertifikat ini memungkinkan orang yang membutuhkan terapi sel.

“Produk ini distandarisasi dan dijamin. RSCM menjadi layanan unik di mana implementasi juga sejalan dengan kompetensi profesional perawatan kesehatannya karena penggunaan sel ini tidak independen, ”tambahnya.

Sertifikat CPOB ini tidak hanya memastikan kualitas produk yang digunakan, tetapi juga memastikan replikasi layanan yang sesuai dengan standar RSCM.

Read More : Ruben Onsu Bakal Blak-blakan Soal Kondisi Rumah Tangganya Seusai Putusan Cerai

“Oleh karena itu, produk diuji dan aplikasinya kompatibel. Ada layanan di bidang layanan yang dapat diterima dokter di rumah sakit lain, tidak hanya di RSCM, tetapi juga dengan standar layanan yang ditetapkan oleh RSCM, ”jelasnya.

Sebagai informasi lebih lanjut, penelitian oleh terapi RSCM dimulai sejak 2012 dan termasuk kerja sama dengan Kementerian Kesehatan, BPOM dan Kimia Farm.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *