Jakara, Berityasatu.com-south Jakarta Regional Police memanggil pria BCL, Tiko Arywardhana untuk ketiga kalinya untuk pencurian RP terdakwa 6,9 miliar. Polisi Selatan Jakarta Hubungan Masyarakat AKP Nurma Dewi mengatakan, Tiko Arywardhana meminta untuk menjadwal ulang.
Read More : Ekspresi Lisa ‘Blackpink’ Cicipi Rendang Saat Fan Meetup di Jakarta
“Hari ini adalah bahwa kami benar, broker T (Tiko Arywardhana diminta untuk memberikan,” stasiun AKP Nurma-Police, “kata stasiun AKP Nurma-Police,” kata stasiun AKP Nurma-Police, “kata AKP Nurma-Police Station,” kata Stasiun AKP Nurma-Police, “kata stasiun AKP Nurma-Police,”
Nurma Dewi berkata: Penjadwalan ulang untuk rencana ulang adalah dengan melakukan hal-hal dengan menjadi pria BCL.
“Permintaan untuk pulih karena saudara itu membutuhkan. Kemudian dirancang ulang oleh para peneliti,” katanya.
Menurutnya, kasus Rp 6,9 miliar yang dilakukan oleh pria dari pria BCL masih dalam tembakan kesaksian.
“Penelitian masih terbatas pada saksi untuk menyelidiki dan mendengarkan dan sejauh ini, dia masih mengumpulkan bukti yang ada,” katanya.
Nurma Dewi mengakui, sebelum 9 saksi diselidiki.
“Saksi mata telah memeriksa hingga 9 orang, saksi tersebut adalah mereka yang tahu persis apa yang dilaporkan oleh apa yang dilaporkan,” katanya.
“Untuk reporter (Arina Winarto) telah diselidiki dan kami masih sejauh kami masih disebutkan oleh peneliti yang dipanggil jika perlu jika perlu informasi yang diperlukan,”.
Read More : Denny Darko: Putus dari Lettu Fardhana, Ayu Ting Ting Sulit Berjodoh dengan 6 Profesi Ini
Dia mengakui, Tiko Arywardhana dipanggil diingat minggu depan untuk mendapatkan informasi yang terkait dengan kasus terdakwa RP 6,9 miliar.
“Kami akan menyebutnya sesegera mungkin sehingga masalah ini datang untuk mengambil poin. Kami berencana untuk menelepon minggu depan,” katanya.
Sebelumnya Tiko Aryward dilaporkan oleh mantan istrinya, Arinia Winarko untuk terdakwa menelepon dari Rp 6,9 miliar jika mereka berdua didirikan dalam makanan dan minuman.
Dari hasil penelitian kepolisian, Survei Penelitian Selatan, menemukan polisi Jakarta Selatan, tindakan kriminal, Messaks tahun 2022 membayar untuk stade yang agaknya.
Setelah dilaporkan Tiko Arywardana ujian pertama sebagai saksi, pada 11 Juli 2024. Ujian dilakukan selama 10 jam di polisi Jakarta Selatan.
Kedua diteliti Tiko 6 jam. Dan, pada 24 Juli 2024, pria BCL itu diinvestasikan kembali tetapi Tiko meminta untuk melakukan telepon.