JAKARTA, BERITASEATU.COM – Presiden Rice Fres Cacters (Perpadi) Subtarto, masalah mengukur konversi lahan untuk kepentingan non -ancaman adalah ancaman serius bagi Indonesia untuk mencapai keamanan.
Read More : Kasus Pemerasan Anak Bos Prodia, Sidang Etik AKBP Bintoro Digelar 7 Februari 2025
“Ancaman serius adalah kebangkitan negara tanah. Ini membutuhkan kebijakan, mungkin, tetapi bagaimana Anda harus menjadi konversi tanah, kita seharusnya tidak terjadi. Leritaseu.com, Beritaseu.com. (8/1500 15/2024 ).
Menurut Subtraver, pemerintah harus mengintensifkan intensitas intensal atau penggunaan negara yang ada untuk meningkatkan kesehatan dan kesuburan negara sebanyak mungkin. Intensifikasi bumi dapat dilakukan dengan biji yang lebih besar daripada akses ke kesuburan dan air.
Dia mengatakan kepada saya bahwa di pedesaan sering ada nasi unik yang merupakan tanah. Penyebabnya sering disebabkan oleh biji, memuaskan, air, hama dan penyakit.
“Bagaimana meningkatkan kesehatan dan kesuburan, ini menjadi kekhawatiran. Yaitu, jika kita berbicara tentang bagaimana kita meningkatkan produktivitas beberapa barang strategis, kita bisa mendapatkan cukup dari sesuatu”, katanya.
Selain intensifikasi juga mengevaluasi Subarto bahwa masih ada keadaan darurat untuk perpanjangan untuk mengeluarkan kebijakan negara yang luas melalui program Dataran Makanan untuk meningkatkan produksi pangan nasional.
Read More : Bahlil Tegaskan Izin Tambang bagi Ormas Keagamaan Tidak Terkait Politik
“Ini adalah bagian dari solusinya. Saya sangat mendukung. Bahwa ekspanasi bumi itu penting. Dimungkinkan oleh makanan, misalnya, bahwa program tersebut mungkin lebih terlibat, Anda dapat menggunakan hak,” katanya .
Dan Suttart berkata: Harus ada implementasi dan di sana dan implementasi yang benar untuk membantu membantu pertanian dalam situasi pertanian yang tidak baik karena sekarang ini.
“Kita perlu berani membuat perubahan besar. Menurut saya pasti ada perubahan besar. Dari bagaimana kita melindungi bumi, itu benar -benar hasilnya. Dari itu dengan ketentuan dan infrastruktur.