Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Lingkungan dan Pegunungan (KLHK) meningkatkan pengawasan dan langkah -langkah untuk kegiatan yang berpotensi menyebabkan polusi udara di Xacarta, Bogor, Depok, Tangrang dan Bekasi (Jabodetabek). Saat ini ada 230 perusahaan yang diidentifikasi sebagai tujuan pengawasan tahun ini.
Read More : Bareskrim Selidiki Asal Sabu-sabu 70 Kg dari Caleg DPRK Aceh Tamiang
CEO Law (Gakkum) Klhk Ridho Sani menjelaskan bahwa kelompok polusi udara mengidentifikasi sumber -sumber polusi udara di Jabodetabek setelah pengurangan kualitas udara baru -baru ini.
“Kami sekarang telah mengidentifikasi 230 tempat yang berkontribusi untuk mengurangi kualitas udara dalam kegiatan atau perusahaan industri Yacarte,” kata Ridho Sani pada konferensi pers di kantor KHLK di Iacarta pada Kamis 6/20/2024).
Selama tahun 2024, partainya melakukan pengawasan khusus terhadap delapan perusahaan di Jabodetabek, dengan tiga di antaranya ditangkap oleh pejabat pengawasan lingkungan.
Dalam kasus pengawasan, CEO Gakkum KLHK bekerja sama dengan Direktorat Umum KHLHK untuk Pengendalian Polusi dan Kerusakan (PPKL), yang mengendalikan Jabodetabek udara dengan 15 sistem kontrol kualitas udara (AQM) untuk mengidentifikasi area dengan penurunan udara di udara dengan udara dengan 15 penurunan kualitas.
Read More : Ikuti Seleksi Capim KPK 2024-2029, Eks Kapolda Lampung Ike Edwin Soroti Pentingnya Pengawasan Korupsi
Industri di bidang ini akan menjadi tujuan pengawasan dan penerapan hukum jika terbukti bahwa ia telah melakukan pelanggaran terkait dengan kontrol polusi udara.
โTahun lalu, kami juga mengakhiri dan menutup kegiatan pembakaran terbuka karena petunjuk kami karena penurunan proses penerbangan Iacarta. Kami meminta mereka untuk mengantisipasi polusi atau mengendalikan emisi kegiatan mereka secara ketat, โkatanya.