Jakarta, Beritasato.com- Pesawat adalah transportasi yang efisien dan nyaman. Namun, pada wanita hamil, perjalanan kosong dapat menyebabkan beberapa tugas dan risiko kesehatan janin.
Read More : Strategi BYD Geser Dominasi Tesla: Hadirkan 100.000 Unit Mobil Listrik
Penerbangan umumnya dianggap aman, tetapi perubahan terbatas dalam perawatan medis di pesawat terbang, waktu yang panjang, dan perawatan medis pesawat dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan janin.
Berikut ini adalah berbagai risiko dan bahaya yang mungkin dihadapi wanita hamil ketika Anda berada di pesawat yang dikutip dari Webmd Jumat (9/13/2024).
1. Risiko gumpalan darah (trombosis) pada kehamilan dapat meningkatkan potensi pembekuan darah karena perubahan aliran darah dan tekanan darah. Risiko ini dapat meningkat lebih lanjut selama penerbangan jarak jauh karena mobilitas panjang dan kelembaban rendah di kabin pesawat.
Untuk mengurangi risiko trombus, penting untuk menggerakkan kaki Anda secara teratur, menghindari pakaian ketat, dan memakai stoking kompresi.
2. Perubahan tekanan darah selama kehamilan, perubahan detak jantung, tekanan darah, dan detak jantung cenderung meningkat. Perubahan ini biasanya tidak cukup dramatis untuk menyebabkan masalah serius, tetapi masih penting untuk memantau kondisinya selama penerbangan jarak jauh.
Dianjurkan untuk bergerak jarak jauh, menjaga diet sehat, berolahraga secara teratur, dan menghindari stres yang berlebihan untuk menstabilkan tekanan darah dan detak jantung.
Read More : Toyota Yaris Cross Hybrid vs MG VS Hybrid: Mana yang Lebih Gahar?
3. Paparan Radia citavan umumnya mungkin tidak membawa risiko besar paparan radiasi pada janin. Namun, bagi mereka yang sering bepergian, seperti kru pesawat dan pelancong bisnis, paparan radiasi dapat melebihi pembatasan yang aman.
Untuk mengurangi risiko, memantau total waktu penerbangan, pilih rute rendah, mengurangi frekuensi penerbangan dan membatasi paparan radiasi akumulasi.
4. Geraya transfusi darah adalah keadaan pembentukan gumpalan darah di vena. Selama kehamilan, risiko mengalami trombokomosis vena dapat meningkat lebih lanjut dengan penerbangan jarak jauh, yang dapat menyebabkan komplikasi serius seperti emboli paru.
Untuk mencegah trombokomosis vena, penting untuk mempertahankan hidrasi dan bergerak secara teratur.