Bekasi, Berityasatu.com– pria dengan inisial RDM menjadi korban kelompok pemerasan, yang mencakup transvestit setelah Mega Bekasi, Desa Margajaia, Distrik Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Vednesday (1/1/2024).
Read More : Libur Isra Miraj-Imlek, Jakarta Bebas Ganjil Genap 5 Hari hingga 29 Januari 2025
Kepala Polisi Metro, Kombes Paul Ada Ari Siam, menjelaskan insiden kronologi. Awalnya, RDM memesan layanan kencan melalui aplikasi Michat. Menyusul perjanjian tentang perjanjian tersebut, korban diarahkan untuk bertemu di tempat.
“Setibanya di Lokal / 1/2025).
Ditambahkan Ada Ari, korban diminta untuk meninggalkan kamar mandi. Pada saat yang sama, penulis membawa korban korban.
“Laporan itu mengatakan para penulis mengambil unit seluler Black Pooco C65 untuk ponsel bersama dengan kartu SIM korban, serta Rp. 500.000 uang tunai,” jelasnya.
Read More : Breaking News: Ledakan Saat Pemusnahan Amunisi di Garut Makan Korban
Untuk kejadian ini, korban melaporkan kasus tersebut ke polisi kota. Saat ini, polisi melakukan penyelidikan yang dapat diandalkan ke U untuk mengeksplorasi contoh pemerasan.