Jakarta, Beritatu.com – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengadakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) di semua provinsi Indonesia.

Read More : Anak Alami Kekerasan, Isa Bajaj Siap Tempuh Jalur Hukum

PIN PIN adalah program imunisasi massal yang bertujuan untuk meningkatkan cakupan dan kekebalan populasi polio. Program ini dibuat secara bersamaan di seluruh Indonesia antara 23-29 Juli, 2024 dan 6-12 Agustus 2024.

Sejauh ini, Kementerian Kesehatan masih menerima laporan tentang peristiwa luar biasa (KLB) karena virus polio dari berbagai wilayah Indonesia. Sejumlah 32 provinsi dan 399 Regens/City di Indonesia termasuk dalam kategori risiko tinggi.

Dari tahun 2022 hingga 2024, sejumlah 12 kasus kelumpuhan dilaporkan, dengan 11 kasus yang disebabkan oleh virus polio tipe 2 dan kasus yang disebabkan oleh virus polio tipe 1.

Kasus -kasus ini tersebar di delapan provinsi di Indonesia, yaitu Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua Tengah, Papua Gunung, Papua Selatan dan Banten. Namun, apa fakta tentang penyakit mengerikan ini? Berikutnya adalah penjelasan yang dikutip oleh berbagai sumber, Kamis (25/02/2024).

1. Vaksin sangat penting sebagai langkah untuk mencegah orang yang tidak divaksinasi dan tinggal atau bepergian di daerah endemik polio.

Pencegahan poliomielitis dilakukan dengan vaksinasi (IPV dan OPV), mempertahankan pembersihan, meningkatkan tingkat kesadaran gejala dan memastikan vaksinasi lengkap sebelum bepergian di daerah berisiko tinggi.

2. Hindari orang yang telah terinfeksi kontak langsung dengan makanan, tinja atau air yang terkontaminasi oleh orang -orang yang telah terinfeksi. Setelah memasuki tubuh, virus berkembang biak ke dalam saluran pencernaan dan kemudian menyerang sistem saraf.

Read More : Puput Novel Meninggal, Vonny Cornellya Ungkap karena Penyakit Kanker

3 Dalam kasus yang lebih serius, polio dapat menyebabkan mendadak, meningitis dan kematian.

3 (gejala kembali setelah bertahun -tahun).

5 .. Pengobatan dan pencegahan selanjutnya belum menjadi obat yang sepenuhnya dapat menyembuhkan poliomielitis. Pengobatan hanya dapat mengurangi gejala dan membantu pasien pulih dari kelumpuhan parsial.

Tujuan utama dalam mengobati dengan polomielitis adalah pencegahan vaksinasi, yang telah terbukti sangat efektif dalam mengurangi penyebaran virus. Dengan keberhasilan vaksinasi yang berkelanjutan, dunia mendekati tujuan menghilangkan secara global.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *