JAKARTA, BERITASATU.COM – Legenda Badminton Indonesia pada tahun 2000 Gold Sydney menekankan dua pasangan baru di Indonesia, khususnya Leo Rolly Karnando / Daniel Martin.
Read More : Adrian Lee Ingin Ikuti Jejak sang Kakak di One Championship
Pekan lalu di Jepang dua pasangan dibuka di Jepang.
Meskipun ini dimainkan bersama untuk pertama kalinya, dua pasangan berhasil mencapai semifinal. Namun, mereka tidak bisa keluar dari final.
Leo / Bagge harus mengenali prioritas pasangan Malaysia, puas Sze Fey / Nur Izuddin, 19-21, 17-21. Sementara itu, Koreksi / Daniel kehilangan tiga pertandingan peringkat ketat 21-12, 15-21, 19-21, klasifikasi keempat Korea Selatan, Kang Min Hyuk / Seo Seo Seo Seo Seo Seo Seo.
Candra Wijaya mengira kinerja dua pasangan cukup baik dan mampu bersaing. “Jika permainan dimasukkan atau cukup mampu bersaing,” kata Candra, ketika staf media di Jakarta, Senin (26.8.2024).
Adapun pertukaran uang, Candra mengatakan langkah itu benar. “Ya, sudah waktunya, atau dia harus mencoba,” kata keluarga berusia 48 tahun itu.
Selain itu, Candra menekankan pentingnya orbit pemain muda lainnya dari tim bulutangkis Indonesia.
Menurutnya, PBS harus berani membawa pemain muda ke level yang lebih tinggi. Dia juga mengingatkan bahwa pemain muda harus lebih aktif dalam latihan.