Jakarta, BiiseantaTu.com- Naulu Huda, Pusat Penelitian Ekonomi dan Hukum (CELLL) memiliki perekonomian yang menempatkan tempat baru dibandingkan membuka lahan baru.

Read More : Perpadi Sebut Indonesia Miliki Potensi Besar Capai Ketahanan Pangan

Menurut Namulul, pemerintah harus mengambil langkah-langkah besar agar tujuan pangan dapat tercapai, yaitu tercapainya ketahanan pangan nasional. Ia mengatakan salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah pemilihan lokasi penanaman yang strategis.

“Misalnya memilih tempat yang menghasilkan beras dan gabah lebih banyak,” ujarnya kepada Jakarta BeritaBeritheat.com, Selasa (13.084).

Selain itu, beliau terus memperbanyak sesi bersih-bersih untuk menambah pangan di Program Food Farm.

“Sekarang hanya tiga kali masa pembersihan, jadi lahannya kecil, tapi hasil lahannya jauh lebih tinggi,” jelasnya.

Nail menegaskan konsep kepemilikan pangan harus diubah, bukan mengembangkan lahan percetakan, namun harus terus didorong oleh Pemerintah dan pemangku kepentingan.

“Produktivitas pertanian kita lebih baik karena kita melihat produktivitas padi semakin menurun sehingga produktivitas meningkat,” ujarnya.

Read More : Gaya Hidup Syariah Jadi Tren Anak Muda, OJK: Ini Pasar yang Sangat Bagus

Nilous menilai rumah pangan atau program pangan merupakan upaya positif untuk mencapai ketahanan pangan nasional. Namun, implementasi program ini tidak bisa dikatakan yang terbaik.

“Pengolah makanan melakukan produksi lebih banyak. Tapi tidak mungkin produksi makanan ini masih mencukupi, masih banyak lagi yang lebih baik,” ujarnya. “Dia berkata.

Nail mengatakan kehadiran food estate tidak memberikan dampak positif terhadap produksi pangan nasional. Ia mencontohkan, bahan baku jagung di Kalimantan Tengah memenuhi ekspektasi masyarakat terhadap jagung kita karena diperkirakan harganya akan semakin tinggi. Selain itu, hasil penanaman padi dari Program Pertanian Pangan juga belum terlihat jelas.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *