JAKARTA, BERITASATU.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, PT Freeport Indonesia (PTFI) pemerintah akan segera membahas perpanjangan konsentrat tembaga.
Read More : Bupati Blitar Hadiri Groundbreaking Gedung 8 Lantai RSUD Ngudi Waluyo
Menurut Bahlil, pertemuan itu akan diadakan langsung dengan para menteri tentang Presiden Prabowo Subianto.
Perlu dicatat bahwa izin ekspor konsentrat tembaga PTFI berakhir pada 1 Januari 2025. Dampak lisensi ekspor tidak diperpanjang oleh pemerintah telah menyebabkan peningkatan konsentrat tembaga di PTFI.
Sementara itu, pemerintah mendorong untuk tidak mengekspor konsentrat tembaga yang diproduksi oleh PTFI. Pemerintah memungkinkan proses memproses mineral -mineral ini di dalam negara untuk menyelesaikan unit PTFI di kota Yunani Yava timur.
Sayangnya, pada Oktober 2024, kebakaran terjadi di fasilitas salep. Ini, tentu saja, telah menyebabkan penundaan program kerja salep.
Ketika Bahlil datang ke Kementerian Energi dan Penambangan, “Kami akan menyatakan (masalah izin ekspor). Karena proyek Freeport telah selesai. Kantor Sumber Daya, Jakarta, Jumat (4/1) / 2025).
Menurutnya, pemerintah meminta PTFI untuk menyelesaikan perbaikan di pabrik pencairan segera setelah bencana kebakaran.
Read More : Arus Mudik di Cirebon Mulai Meningkat, Didominasi Pemudik Bermotor
Melanjutkan pidato, Bahlil mengatakan bahwa diskusi akan dibahas dalam regulasi konsentrat tembaga sesingkat mungkin. Sementara itu, Kementerian Koordinasi Ekonomi, Kementerian Keuangan, Kementerian Bumn, tentu saja, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral juga akan mengambil bagian dalam pertemuan tersebut.
Diskusi kegiatan bisnis PTFI sangat penting, karena nilai ekonomi PTFI sangat bagus.
Di akhir pidatonya, Freeport berkata: “Pada saat itu, saya ingin bertemu dengan presiden terlebih dahulu. Karena hukumnya, jadi, jadi mereka mengatakan itu pasti akan melewati pertemuan.”