Gubernur East Jawa, BestASatu.com-Deputy dari East Jawa untuk periode 2019-2024, Emil Elistio Dardak, mengatakan Jawa Timur membutuhkan pendekatan khusus untuk meningkatkan daya saing ekspor dengan mengekspor dengan investasi. Emil juga menekankan pentingnya kepentingan investor tanpa mengandalkan bahan baku lokal.

Read More : Menkominfo Budi Arie Sudah Take Down 1,9 Juta Konten Judi Online

Pernyataan ini mengarahkan Emil ke forum Table Harian Investor Daily Round yang diadakan di Novotel, Surabaya, Kamis (5/12/2024).

“Jawa Timur memiliki kompetisi ekspor yang tinggi dan memiliki kemampuan untuk menarik investasi tanpa harus bergantung pada bahan baku domestik,” kata Emil.

Emil menjelaskan bahwa sektor industri dan komersial adalah tulang belakang ekonomi Java Timur.

“Hingga 30,54%dari ekonomi Java Timur berasal dari sektor industri. Struktur PDB Java Timur pada tahun 2023 menunjukkan kontribusi komersial hampir 18,91%, sementara sektor industri berkontribusi hingga hampir 23%, atau seperempat dari total manufaktur di Indonesia.

Dalam diskusi yang dipandu oleh ketua B-UNIVERE Enggartiasto Lukita, Emil juga menekankan jalannya pertumbuhan ekonomi yang stabil di Java Timur dengan 4,98% pada tahun 2023. Dia optimis bahwa pertumbuhan ekonomi dapat meningkat menjadi 8% dengan pendekatan investasi yang lebih besar.

Read More : Warganet Sindir Apple yang Ingin Tidak Bayar Pajak 50 Tahun di Indonesia

“Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional 8%, kita harus mendorong investasi yang lebih terfokus di sektor ekspor.”

Emil Dardak menekankan bahwa investasi yang berfokus pada ekspor adalah kunci penting untuk mencapai target investasi di Jawa Timur.

“Kami berharap bahwa kontribusi gabungan dari sektor investasi dan ekspor dapat secara signifikan mendorong pertumbuhan ekonomi.”

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *