Jakarta, Beritasatu.com – Ada yang berbeda dari proses berjalan dan semangat Tariq Halilintar dan Alia Massaid yang buruk. Jika warna utama dalam zikirnya adalah putih dan baju muslim menjadi tema utamanya, maka yang diusung adalah warna pink dan pakaian adat jawa pada prosesi siraman.
Read More : AstraZeneca Tarik Vaksin Covid-19 dari Pasar Eropa
Usai akad, Tariq Khalilintar dan Alia Massaid melanjutkan rangkaian pacaran hingga pernikahannya dengan acara siraman di Hotel Tentrem Jakarta, Sabtu (20/7/2024). Wahana ini memiliki nuansa tradisional yang kuat.
Acara Siraman dimulai pada pukul 14.00 WIB setelah acara wisuda. Tariq mengalami perjalanan pertama yang buruk dengan orang tua dan saudara-saudaranya. Menurut MC pembawa acara, Tariq menggunakan air dari tujuh sumber, antara lain air Zamzam dari Mekah yang dicampur dalam tong tanah liat dan dicampur dengan bunga setaman. Air ini mempunyai makna mensucikan lahir dan batin, serta membawa keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah Tariq, Alia harus menempuh perjalanan yang buruk. Ditemani ibunya Reza Artamevia dan pamannya Mudji Massaid, Alia tampil memukau dalam balutan kebaya berwarna pink dengan rambut diikat sanggul dan dihiasi bunga melati – (Beritasatu.com/YouTube)
Usai mandi, mereka melanjutkan dengan berbagai kegiatan adat Jawa seperti potong rambut, mengangkut, memecahkan periuk, dan berjualan pagi. Tradisi ini diteruskan oleh setiap keluarga.
Dalam momen kebersamaannya, Tariq dan Aaliyah juga mengikuti tradisi memotong pasta dan mengambil makanan dari orang tuanya sebagai simbol suapan terakhir sebelum meninggalkan kehidupan lajang. Mereka juga menghitung uang dari penjualan pagi dan menambahkan potongan rambut ke dalam pot berisi tanah, melambangkan persatuan hati mereka.
Read More : Tidak Ada Pasokan Air, 20.000 Hektare Lahan Pertanian di Pantura Subang Tak Bisa Ditanami
Selain itu juga dilakukan jalan kaki Kawah Bubak (begalan). Reza Artamevia membawakan peralatan memasak yang kemudian diterima para tamu sebagai simbol harapan agar Reza bisa menikah dengan putrinya atau anak lainnya.
Acara diakhiri dengan pelepasan seekor ayam oleh Tariq dan Aaliyah sebagai simbol harapan mereka kelak memiliki momongan. Ayam-ayam tersebut dilepasliarkan oleh kedua keluarga dan diadu bersama para tamu, menambah keceriaan dan makna dalam rangkaian prosesi menjelang pernikahan Tariq Khalilintar dan Alia Massaid.
Dekorasi ruangan menyerupai istana kerajaan Jawa, dengan hiasan bunga dan replika ikat pinggang keraton menambah sentuhan tradisional pada acara tersebut.