Jakarta, Beritasatu.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di bursa Selasa (9 Maret 2024) melemah 78,01 poin atau 1,01% ke 7.616,5. IHSG mengawali sesi di zona hijau namun kemudian melemah dan berakhir di zona negatif.
Read More : Sri Mulyani Tekankan Pentingnya APBN untuk Transisi Energi
Sebanyak 21,59 miliar lembar saham diperdagangkan dengan volume transaksi mencapai Rp 10,23 triliun dan frekuensi 1,075 juta kali. Sebanyak 227 saham mengalami kenaikan harga, 364 saham melemah, dan 203 saham stagnan.
Sebagian besar saham industri melemah. Penurunan terdalam terjadi pada sektor barang konsumsi esensial yang turun sebesar 4,27%. Disusul pelemahan pada sektor teknologi sebesar 2,51%, sektor infrastruktur sebesar 1,11%, sektor real estate sebesar 0,74%, dan sektor energi sebesar 0,69%. Sedangkan peningkatan hanya terjadi pada sektor kesehatan yang meningkat sebesar 0,49%.
Saham-saham blue chip kelompok LQ45 juga turun 8,09 poin atau 0,85%, Jakarta Islamic Index (JII) turun 4,18%, dan Investor33 turun 4,58 poin atau 0,92%.
Setelah itu, sebagian besar bursa Asia melemah. Nikkei (Jepang) turun 0,04%, Hang Seng (Hong Kong) terkoreksi 0,23%, Shanghai (China) tembus 0,29% dan Straits Times (Singapura) menguat tajam 0,48%.
Read More : Kemenkeu Habiskan Anggaran Rp 569 T untuk Penanganan Perubahan Iklim
Meski IHSG melemah, masih ada 5 saham dengan kenaikan harga paling kuat. PT Inter Delta Tbk (INTD) menguat hingga mencapai batas penolakan otomatis tertinggi (ARA) dengan menguat 34,56%.
Kemudian, PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI) meningkat 33,33%, PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI) meningkat 28,57%, PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA) meningkat 16,67% dan PT Trisula Textile Tbk Industries (PGLI) naik 4,4% . ). %.