JAKARTA, Beritasatu.com – Pelatih bola basket remaja nasional berusia 18 tahun Andri Akiana mengimbau anak didiknya bermain konsisten di lapangan. Poin tersebut ia sampaikan jelang laga kedua melawan Selandia Baru U-18 di FIBA ​​​​U18 Asia Cup 2024 di Yordania. 

Read More : Nurul Akmal Sukses Angkatan Pertama Clean and Jerk 140 Kg

“Hasil pertandingan kemarin melawan Filipina memaksa saya untuk melakukan evaluasi. Jadi yang jelas performa mental perlu ditingkatkan baik dalam menyerang maupun bertahan. Dalam hal ini, keteraturan di lapangan juga harus menjadi perhatian,” ucapnya usai pertandingan. konfirmasi. Melalui Media, Selasa (3/09/2024).

Menurutnya, timnas basket berusia 18 tahun itu berhasil memenangi laga pertama Piala Asia FIBA ​​​​18 tahun 2024 di Yordania. Mereka bermain dengan kecepatan penuh hingga akhir pertandingan. 

Sayangnya, laga pertama melawan Filipina U-18 tidak berakhir dengan kemenangan. Pada laga yang digelar Senin (2/09/2024) malam di Jordan Complex Arena itu, Indonesia dikalahkan dengan selisih 48-75.

Ketahanan Indonesia menghadapi Filipina U-18 sudah terlihat sejak kuarter pertama. Kedua tim saling menyerang untuk mencetak poin. Di penghujung kuarter pertama, Indonesia sempat tertinggal setengah gol sehingga mengakhiri kuarter pertama dengan kedudukan 14-15. 

Di awal kuarter kedua, perolehan skor timnas U18 berjalan lambat. Mereka hanya mampu menambah 2 poin sedangkan Filipina tersingkir setelah hanya mencetak 23 poin di kuarter kedua. 

Tim Indonesia mencetak 13 poin di kuarter ketiga hingga kalah. Namun, Filipina kini bermain nyaman. Dengan demikian, Filipina mampu menambah 25 poin. 

Pada kuarter keempat, tim berusia 18 tahun itu mampu mencetak 19 poin. Ini menghemat banyak poin sepanjang pertandingan. Namun tambahan angka tersebut tak mampu menyelamatkan Indonesia dari kekalahan.

Pasalnya, tambahan 12 poin Filipina di kuarter keempat membuat mereka bisa memenangi laga krusial tersebut dengan skor 75-48.

Read More : Persiapan Sebelum Nonton Red Sparks, Cek Jadwal Acaranya

Usai pertandingan, pelatih timnas Afganistan berusia 18 tahun, Andrey Ikana, mengatakan mereka terpaksa menerima kekalahan di laga pertama karena permainan buruk di kuarter kedua. Minimnya poin di kuarter ini memperlebar selisih poin dengan Filipina. 

– Performa buruk di kuarter kedua membawa hasil terlalu jauh. Strateginya juga berubah, tapi kurang bagus, jelas Yaan, sapaan akrab pelatih Andre Ikeana.

“Harus diakui bahwa tembakan Filipina jauh lebih baik daripada kami, padahal keselamatan anak-anak jauh lebih tinggi,” jelasnya.

Pelatih Yaan mengatakan ada sedikit masalah pada tingkat kebugaran pemain pada laga U-18 melawan Filipina. Mereka masih belum pulih dari dampak penundaan penerbangan hingga 12 jam.

“Kebugaran pemain sedikit berkurang karena adanya penundaan penerbangan selama 12 jam dalam perjalanan ke Yordania. Kami memang sedikit berpengaruh, tapi itu bukan alasan bagi kami untuk tidak menampilkan yang terbaik,” ujarnya.

“Kami mohon doa restu dan dukungan masyarakat Indonesia agar para pemain bisa bermain maksimal dan tidak ada kendala selama pertandingan.”

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *