Jakarta, Beritasatu.com – PT Elnusa Tbk (ELSA), perusahaan energi yang bergerak di bidang jasa penunjang industri minyak dan gas, menganggarkan belanja modal (capex) sebesar Rp 526 miliar pada tahun 2024, naik dari Rp 495 miliar pada tahun 2023. Ini 6% lebih dari satu miliar. belanja modal. .
Read More : Kasus PMK Merebak di Blora, 2 Pasar Hewan Ditutup
Vice President Corporate Management Strategic Planning PT Elnusa Rifki Budi Prastev mengatakan pada konferensi pers di Jakarta, Jumat (7 Oktober 2024): “Mayoritas belanja modal pada tahun 2024 akan dialokasikan untuk eksplorasi dan produksi migas. Sudah selesai.”
Dia menjelaskan, dari belanja modal sebesar Rp 526 miliar tersebut, 39% untuk eksplorasi, 31℅ untuk logistik, 18℅ untuk penunjang produksi, dan 11℅ untuk jasa umum.
Segmen usaha migas terus menunjukkan pertumbuhan dari sisi pendapatan. Salah satu faktor pendorongnya adalah pekerjaan eksplorasi seismik yang dilakukan perseroan. Hal ini diharapkan dapat memudahkan penemuan cadangan migas baru.
Selain survei seismik, segmen eksplorasi dan produksi juga mencakup geologi dan reservoir, jasa pengeboran, jasa intervensi sumur, engineering, pengadaan dan konstruksi (EPC), serta pemeliharaan, ujarnya.
Oleh karena itu, aset Elansa ditargetkan sebesar Rp9,908 triliun pada tahun 2024, atau meningkat dari Rp9,601 triliun pada tahun 2023, ujarnya.
Read More : Kasad Maruli Simanjuntak Siap Jadi Menhan jika Ditunjuk Prabowo
Sementara target pendapatan pada tahun 2024 adalah sekitar Rp 12 triliun. Pendapatan tahun ini akan mencapai 55℅ dari distribusi energi dan logistik, 32℅ dari produksi minyak dan gas, dan 13℅ dari layanan tambahan.
Pada kuartal I 2024, pendapatan Elnos mencapai Rp3,108 triliun, turun 1% dari sebelumnya Rp3,142 triliun. Sedangkan laba bersih mencapai Rp 183 miliar, naik 59% dari Rp 115 miliar pada periode yang sama tahun lalu.