Jakarta, Beritasatu.com – Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian Indonesia (LSI) Jayadi Hanan bereaksi terhadap kabar penambahan kementerian di pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Jayadi mengatakan masyarakat harus mengetahui alasan pembicaraan tersebut.

Read More : Thailand Akan Larang Ganja Lagi, Industri Rp 16 T Terancam Runtuh

“Memang tugas Pak Prabowo dan Gibran menjelaskan mengapa penambahan ini perlu dan apa alasannya,” ujarnya kepada Beritasatu.com, Senin (16/09/2024).

Jayadi menilai, informasi mengenai pembentukan kementerian ini masih sangat minim. Dia menjelaskan, yang dia tahu hanya rencana penambahan jumlah kementerian dari 34 menjadi 44.

Namun belum ada penjelasan detail alasan penambahan tersebut untuk memenuhi janji iklan.

“Alasan kenaikan ini masih belum jelas. Sebelumnya kami mendengar di media bahwa alasan kenaikan tersebut adalah untuk memenuhi janji iklan. Oleh karena itu, yang menjadi pertanyaan adalah janji iklan apa yang memerlukan penambahan tersebut,” ujarnya.

Jayadi mengatakan, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka nantinya harus menjelaskan pertimbangan di balik pembentukan kementerian baru tersebut.

Read More : Prediksi Mengerikan! Teheran Terancam Kehabisan Air Minum Dalam 2 Pekan Akibat Bendungan Kering!

“Ini harus menjadi tinjauan teknokratis yang obyektif. Artinya, hal ini berdasarkan kebutuhan. Visi misinya apa, tujuannya apa, nah untuk itu perlu kementerian apa, orangnya berapa, orangnya siapa, dan sebagainya. Harus ada tinjauan teknokratis yang obyektif. sesuatu yang belum pernah kami dengar sebelumnya,” katanya.

Menurut Jayadi, transparansi struktur kabinet sangat penting. Hal ini karena penambahan kementerian didasarkan pada kebutuhan dan bukan kepentingan politik.

“Jadi kalau tidak ada penjelasan teknokratis yang obyektif, maka wajar jika masyarakat menganggap kabinet besar ini hebat karena diciptakan hanya untuk keamanan politik,” ujarnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *