London, Beritasatu.com – Reinhard Sinaga, warga negara Indonesia yang dihukum karena pemerkosaan berantai di Inggris, diserang secara brutal di Penjara HM, Wakefield, Inggris, tempat ia menjalani hukuman seumur hidup, pada Minggu (15/12/2024) dan hampir terancam hukuman mati. hidupnya.

Read More : Pramono-Rano Ditetapkan Jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Terpilih Kamis 9 Januari 2025

Menurut media The Sun, Reinhard Sinaga diserang oleh seorang narapidana bernama Jack McRae yang diduga main hakim sendiri. Jack McRae, yang sebelumnya menyerang korban pemerkosaan dan pembunuhan anak-anak Wilbert Dice, telah dipindahkan ke penjara lain di Durham City setelah insiden tersebut.

Nyawa Reinhard Sinaga terselamatkan berkat campur tangan sipir penjara yang langsung menghentikan penyerangan. “Reinhard Sinaga adalah orang yang arogan, angkuh, dan dibenci semua orang di penjara,” ujar sumber tersebut.

Reinhard Sinaga dikenal sebagai predator seksual terbesar dalam sejarah Inggris. Pada Januari 2020, pria berusia 41 tahun ini mengaku bersalah atas 159 dakwaan pemerkosaan dan penyerangan seksual terhadap 48 korban yang terjadi antara Januari 2015 hingga Juni 2017. Korbannya sebagian besar adalah laki-laki heteroseksual berkulit putih hingga berusia 36 tahun, usia rata-rata: 21 tahun . Polisi memperkirakan jumlah korban saat ini sebanyak 190 orang.

Reinhard Sinaga divonis penjara seumur hidup dengan jangka waktu minimal 40 tahun. Modus operandinya adalah dengan menyamar sebagai pria ramah yang menawarkan korbannya untuk tinggal di apartemennya di Montana House Manchester setelah mereka berpisah dari teman-temannya dalam keadaan mabuk, lalu memberinya alkohol yang dicampur dengan GHB (gamma hydroxybutyrate), yaitu obat bius yang bersifat anestesi. menyerang sistem saraf sebelum memperkosa korban yang tidak sadarkan diri.

Aksi brutalnya ia rekam menggunakan dua ponsel, satu dari jarak dekat dan satu lagi dari jarak jauh. Bahkan sejumlah korban diperkosa berulang kali, dan Reinhard menyimpan barang-barang milik korban seperti jam tangan, KTP, dan foto profil Facebook sebagai piala.

Kejahatan Reinhard Sinaga terungkap pada Juni 2017 setelah salah satu korbannya, seorang pemain rugby berusia 18 tahun, menyadari bahwa ia sedang diperkosa. Korban berhasil melawan dengan meninju Reinhard Sinaga hingga pingsan, setelah itu Reinhard dilarikan ke rumah sakit. Polisi yang awalnya menangkap korban atas dugaan penganiayaan tersebut, justru menemukan bukti kejahatan seksual yang mengejutkan saat memeriksa ponsel Reinhard. , yang berisi lebih dari 3 terabyte video pemerkosaan.

Read More : Ratusan Pengungsi Erupsi Gunung Ibu Derita ISPA

Polisi Greater Manchester, Mabs Hussain, mengatakan bukti video yang ditemukan “seperti menonton 1.500 DVD”. Kejahatan tersebut mengejutkan Inggris dan menarik perhatian internasional.

Reinhard Tambos Maruli Tua Sinaga lahir pada tanggal 19 Februari 1983 di Jambi dan menghabiskan masa remajanya di Depok, Jawa Barat. Setelah menyelesaikan studi sarjananya di Universitas Indonesia pada tahun 2006, ia pindah ke Inggris untuk melanjutkan studinya hingga mendapatkan dua gelar master. gelar di Universitas Manchester dan PhD di Leeds di universitas. Kehidupan Reinhard di Inggris ditopang oleh ayahnya Saibun Sinaga, seorang pengusaha kaya asal Depok.

Kejahatan yang dilakukan Reinhard Sinaga mengungkap sisi gelap kehidupan pribadinya sekaligus menjadi peringatan nyata akan bahaya predator seksual.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *