Tulungagung, Beritasatu.com – Untuk melestarikan warisan budaya Indonesia, sekitar 1.000 siswa SMP Negeri 1 Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, banyak membatik di jalan menuju Alun-Alun Tulungagung, Sabtu (23/11). 

Read More : Lirik Lagu Mesra-mesraannya Kecil-kecilan Dulu dari Sal Priadi

Dalam upacara membatik ini, siswa diberikan kain berwarna putih dan pewarna berwarna cerah untuk membuat kain cerah. 

Para siswa tampak tertarik untuk menggunakan cat pada kain dan diberikan kebebasan berpikir serta menciptakan warna dan pola sesuai keinginan.

Namun untuk menghasilkan kain yang cerah mengkilat, siswa harus pandai memadukan warna pada kain putih tersebut, sehingga terciptalah sebuah karya yang indah dan unik.

 Direktur Eksekutif Tulungagung Heru Suseno mengatakan kampanye 1.000 batik merupakan kesempatan bagi siswa untuk berkreasi dan program mandiri belajar SMP Negeri 1 Kedungwaru melakukan kampanye batik untuk melestarikan budaya.- (Beritasatu.com/Istimewa)

Ia juga menegaskan, proyek tersebut bertujuan untuk mengenalkan generasi muda pada seni Batik yang merupakan salah satu tradisi unik Indonesia sejak dini.

“Seni batik merupakan salah satu tradisi budaya tertua di Indonesia. Melalui proyek ini, kami ingin menampilkan seni batik kepada siswa dan memberikan kebebasan berkreasi sebagai bagian dari pendidikan mandiri,” jelas Heru Suseno.

Read More : IHSG Hari Ini Jatuh ke Bawah Level 7.000

Salah satu peserta, Aja Pratama mengungkapkan, pihaknya telah mempersiapkan diri sejak dua hari sebelumnya. Sebelum itu terjadi, mereka bersiap memercikkan air tar, yang kemudian mereka cat dengan warna berbeda.

“Untuk mengikuti acara membatik ini, saya mempersiapkannya selama dua hari. Setelah menggunakan pewarna pada kain, saya menambahkan segelas air agar warna pada kain lebih tahan lama,” kata Aja Pratama.

Batik hasil karya siswa tersebut nantinya akan dijadikan baju batik Tulungagung.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *